DPRD Minta Pemkot Jogja Atur Pajak Homestay dan Vila
Sebanyak 609 usaha homestay dan vila tercatat di Jogja. DPRD mendorong regulasi untuk memberi kepastian hukum dan mengatur potensi pajaknya.
Petani Melon - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kulonprogo menyebutkan sektor pertanian hortikultura khususnya melon akan diarahkan menjadi daya tarik andalan di wilayah selatan Kulonprogo.
Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Kulonprogo Cicilia Susy Setyo Cahyani mengatakan jika Jalan Lintas Selatan (JJLS) sudah tersambung semua maka diharapkan pertanian holtikultura bisa menarik banyak wisatawan.
Selain memanfaatkan sektor pariwisata dari Pantai Trisik hingga Congot, menurut Cicilia, Pemkab Kulonprogo mempunyai rencana pengembangan di sektor pertanian hortikultura, utamanya melon.
“Pertanian cerdas akan diarahkan pada budi daya melon. Kemudian menggunakan irigasi sprinkler dan sistem rumah kaca. Itu di titik-titik tertentu. Pada 2024 juga kami ajukan pendanaan untuk rumah kaca,” kata Cicilia saat ditemui di kantornya, Jumat (27/10/2023).
Tak hanya itu, Cicilia menjelaskan Pemkab akan berupaya memaksimalkan sawah surjan yang ada di wilayah Selatan baik sebagai potensi pertanian maupun pariwisata. Sawah surjan merupakan suatu sistem tanam yang ditandai dengan adanya perbedaan ketinggian areal tanam pada sebidang tanah.
Tanah tersebut merupakan tanah yang hanya ada di Kulonprogo dan merupakan hak istimewa DIY karena merupakan warisan budaya takbenda (WBTB).
Pelestarian tersebut berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) Kabupaten Kulonprogo Nomor 6 Tahun 2023 tentang Pelestarian Persawahan Surjan di Kabupaten Kulonprogo.
“Pertanian lahan surjan banyak sekali di wilayah Selatan. Semangat kerja sama antar-OPD seperti di Departemen Pertanian dan Pangan lebih pada peningkatan produksi pertanian. Kalau dari sektor perikanan bisa masuk untuk budidaya perikanan di lahan surjan. Pendidikannya juga mengarah pada lahan surjan termasuk smartagri,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 609 usaha homestay dan vila tercatat di Jogja. DPRD mendorong regulasi untuk memberi kepastian hukum dan mengatur potensi pajaknya.
Singapura dan Malaysia masuk enam besar eksportir chip dunia pada 2025. Indonesia berada di peringkat 25 dengan ekspor US$766,97 juta.
BEI DIY mendorong UMKM, startup, dan perusahaan daerah melirik pasar modal sebagai alternatif pendanaan untuk mengembangkan usaha.
Toyota mempertahankan posisi sebagai merek otomotif paling bernilai dunia pada 2026. Namun, nilai mereknya turun 19,9% menjadi US$59,5 miliar.
Bluetooth 7.0 membawa teknologi HDT dengan kecepatan 7,5 Mbps. Simak peluang hadirnya fitur ini di Galaxy Buds terbaru.
Leptospirosis di DIY mencapai 576 kasus dengan 23 kematian. Bantul tertinggi, Dinkes mengingatkan gejala dan cara pencegahannya.