Jadwal KRL Jogja Solo 20 Mei 2026, Lengkap Semua Stasiun
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa dengan sistem digitalisasi penanggulangan bencana berupa aplikasi bernama SIMANTAB (Sistem Informasi Sleman Tangguh Bencana). Ist
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus mengembangkan sistem digitalisasi penanggulangan bencana. Berbentuk aplikasi bernama SIMANTAB (Sistem Informasi Sleman Tangguh Bencana).
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengatakan aplikasi SIMANTAB merupakan pengembangan dari aplikasi yang sebelumnya bernama Lapor Bencana Sleman atau SDIS. Hanya saja, pada aplikasi ini terdapat penambahan fitur dan menu baru.
BACA JUGA: Ini Daftar 14 Negara Menolak Gencatan Senjata Israel-Palestina
“Penambahan dan penyempurnaan aplikasi kebencanaan ini sebagai upaya optimalisasi pelayanan. Orientasinya meningkatkan kemudahan, kecepatan, dan keamanan,” ungkap Danang Maharsa, Senin (30/10/2023).
Danang menjelaskan, melalui SIMANTAB pengguna bisa memastikan jarak aman posisinya dari kawasan bencana. Di dalamnya terdapat menu status gunung Merapi dan menjelaskan posisi penggunanya berada di mana. Aplikasi tersebut memanfaat sistem informasi geospasial.
Aplikasi SIMANTAB Sleman, kata Danang dirancang sebagai media informasi kesiapsiagaan dan pelaporan bencana. Melalui SIMANTAB masyarakat tidak hanya mendapat informasi bencana, tetapi juga bisa melaporkan kejadian bencana yang ada di sekitarnya.
“Warga dan juga wisatawan yang berkunjung ke Sleman bisa download. Ini aplikasi sudah didukung dengan sistem informasi geospasial, guna menjamin rasa aman saat berkunjung ke Merapi,” ujarnya.
Tak hanya itu, pengguna juga bisa memonitor kondisi gunung Merapi lebih real-time melalui menu Merapi Live yang ada dalam aplikasi SIMANTAB. Ada juga informasi tempat-tempat evakuasi yang ada di sekitar gunung Merapi di menu Pandu Timan.
“Kami, Pemkab Sleman berkomitmen untuk memberikan pelayanan melalui inovasi digital. Pengembangan SIMANTAB ini berkat adanya kerja sama BPBD Sleman dengan OPD lain,” ungkap Danang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Makwan berharap masyarakat semakin sadar bencana dengan menginstal SIMANTAB. Ia mengakui, aplikasi Lapor Bencana Sleman yang dirilis tahun 2019 lalu masih belum optimal.
“Semoga redesign dan penyempurnaan aplikasi ini meningkatkan jumlah pengguna. Masyarakat makin sadar bencana,” kata Makwan.
Makwan menambahkan, di aplikasi SIMANTAB masyarakat bisa memperoleh nomor-nomor penting terkait kebencanaan dan pelayanan umum, seperti Basarnas, Pemadam Kebakaran, PLN, dan BPPTKG. "PLN, BPPTKG, Basarnas dan sejumlah nomor lainnya," ungkap Makwan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Kemendag meminta klarifikasi Shopee terkait aduan konsumen PMSE, mulai barang tak sesuai hingga kendala pembayaran digital.
Indomaret Cabang Yogyakarta Bersama PMI Sleman kembali Gelar Aksi Donor Darah Disertai Pemeriksaan Mata dan Cek Kesehatan Gratis Dari Puskesmas Gamping 2
Rute Trans Jogja 2026 makin luas dengan pembayaran digital memakai GoPay dan kartu elektronik. Cek daftar jalur dan tarif terbaru di DIY.
Sharp Indonesia Hadirkan Professional Portable Speaker Terbaru dengan Suara Powerful untuk Karaoke hingga Live Performance
Menlu Sugiono memastikan penangkapan WNI dalam misi Gaza bukan penyanderaan. Pemerintah RI terus mengupayakan pemulangan mereka.