Jelang Jatuh Tempo, PBB Gunungkidul Baru Terkumpul Rp21,7 Miliar
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Ilustrasi hoaks./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jajaran Satreskrim Polres Gunungkidul berjanji akan menyelesaikan kasus hoaks klitih dengan tersangka seorang pelajar di Gunungkidul secara tuntas. Meski demikian, untuk penyelesaian masih menunggu kelengkapan berkas perkara yang ditangani.
Kapolres Gunungkidul, AKBP Edy Bagus Sumantri mengatakan, kasus klitih atau kejahatan di jalanan sangat meresahkan warga. Oleh karenanya dengan beredarnya hoaks darurat klitih di media sosial langsung bergerak mengamankan pelaku yang masih berstatus pelajar.
“Masih terus kita periksa secara intesif,” kata Edy kepada wartawan, Rabu (8/11/2023).
Disinggung mengenai statusnya yang masih pelajar dan penyelesaiannya dengan restoratif justice, ia mengaku belum bisa memutuskan. Edy berdalih masih melengkapi berkas kasus yang ditangani.
“Masih kita lengkapi berkasnya. Baru setelahnya tempuh untuk penyelesaiannya. Yang jelas, dari kasus ini harus memberikan efek jera sehingga juga menjadi Pelajaran di Masyarakat,” katanya.
BACA JUGA: Sebar Hoaks Klitih di Medsos, Pelajar Gunungkidul Diamankan Polisi
Sebelumnya diberitakan, polisi mengamankan pelajar berinial T,16, Senin (30/10/2023). Ia diamankan karena membuat konten hoaks tentang klitih yang diunggah di media sosial.
Kasatreskrim Polres Gunungkidul, AKP Andika Ariya Pratama mengatakan, pengungkapkan kasus bermula adanya unggahan medsos tentang darurat klitih atau kejahatan jalanan. Berita hoaks ini beredar sejak akhir pekan lalu.
Menurut dia, setelah dilakukan penyelidikan sehingga mendapatkan pemilik akun penyebar berita tidak benar ini. “Langsung kami amankan dan sekarang masih dalam pemeriksaan. T yang kami amankan merupakan pelajar,” kata Andika kepada wartawan, Selasa (31/10/2023).
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, T mengaku membuat berita hoaks karena ingin viral sehingga mendapatkan banyak pengikut baru. Andika memastikan, penyelidikan terus berlanjut dan pelaku diproses sesuai dengan peraturan yang berlaku.
“Alasan pelaku ingin FYP atau trending di tiktok sehingga banyak dilihat orang. Untuk motif lainnya, kami masih mendalaminya,” katanya.
Ia mengimbau kepada Masyarakat untuk tidak sembarangan mengunggah sebuah informasi. Sebelum diunggah diharapkan mengecek kebenarannya sehingga tidak menjadi berita bohong yang beredar di Masyarakat.
“Atas perbuatannya, pelaku terancam Pasal 45 ayat A Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman enam tahun penjara,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
KPK menyita uang rupiah, dolar AS, dolar Singapura dan perhiasan saat menggeledah Kanwil BPN Jatim dalam kasus mafia tanah dugaan korupsi ATR/BPN.
Kemensos mendorong transformasi Puskesos Sleman menjadi pusat layanan dan pemberdayaan sosial. Sumberejo dipilih sebagai lokasi percontohan.
Pemerintah menyiapkan SPP TDLN untuk memungut PPN transaksi digital luar negeri. Sistem tersebut kini memasuki tahap akhir sebelum beroperasi.
KPK menduga sejumlah Kantah di Jatim menyetor uang ke oknum Kanwil BPN Jatim setelah penyidik menemukan uang ratusan juta rupiah.
Blue fire muncul di Kawah Gunung Papandayan. Badan Geologi turun ke lapangan dan mengimbau warga tak beraktivitas dalam radius 500 meter.