Inflasi Gunungkidul Oktober 2026 Tertinggi di DIY Capai 3,12%
Inflasi Gunungkidul pada Oktober 2026 mencapai 3,12%, tertinggi di DIY dan mulai mendekati batas toleransi pemerintah sebesar 3,5%.
Ilustrasi hoaks - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Seorang pelajar di Gunungkidul harus berurusan dengan polisi lantaran membuat konten hoaks tentang aksi klitih di media sosial. Karena ulahnya itu, Satreskrim Polres Gunungkidul terpaksa mengamankan pelajar berinial T, 16 tersebut, Senin (30/10/2023).
Kasatreskrim Polres Gunungkidul, AKP Andika Ariya Pratama mengatakan pengungkapkan kasus itu bermula adanya unggahan medsos tentang darurat klitih atau kejahatan jalanan. Berita hoaks ini beredar sejak akhir pekan lalu.
Menurut dia, setelah dilakukan penyelidikan sehingga mendapatkan pemilik akun penyebar berita tidak benar ini. “Langsung kami amankan dan sekarang masih dalam pemeriksaan. T yang kami amankan merupakan pelajar,” kata Andika kepada wartawan, Selasa (31/10/2023).
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, T mengaku membuat berita hoaks karena ingin viral sehingga mendapatkan banyak pengikut baru. Andika memastikan, penyelidikan terus berlanjut dan pelaku diproses sesuai dengan peraturan yang berlaku. “Alasan pelaku ingin FYP atau trending di tiktok sehingga banyak dilihat orang. Untuk motif lainnya, kami masih mendalaminya,” katanya.
BACA JUGA: Bawaslu dan Polda DIY Awasi Hoaks dan Ujaran Kebencian di Media Sosial Jelang Pemilu 2024
Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak sembarangan mengunggah sebuah informasi. Sebelum diunggah diharapkan mengecek kebenarannya sehingga tidak menjadi berita bohong yang beredar di masyarakat “Atas perbuatannya, pelaku terancam Pasal 45 ayat A Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman enam tahun penjara,” katanya.
Kapolres Gunungkidul, AKBP Edy Bagus Sumantri menegaskan akan terus melakukan upaya memerangai berita hoaks di Masyarakat. Agar pencegahan optimal, juga dibutuhkan partisipasi dari Masyarakat.
Diharapkan warga bisa memilah setiap kabar berita yang beredar. Selain itu, juga tidak mudah menggunggah berita yang belum terkonfirmasi kebenarannya.
Menurut dia, kesalahan informasi maupun mengunggah berita yang tidak benar bisa berakibat fatal. Salah satunya bisa berurusan dengan hukum. “Berita hoaks sangat meresahkan sehingga harus dicegah dan ini juga butuh partisipasi dari Masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Inflasi Gunungkidul pada Oktober 2026 mencapai 3,12%, tertinggi di DIY dan mulai mendekati batas toleransi pemerintah sebesar 3,5%.
Wabah Ebola di RD Kongo telah menyebabkan 5.126 kematian dan menjangkau delapan provinsi. Simak penyebaran kasus serta gejala penyakitnya.
Persib Bandung, Al Jazira, Al Taawoun, dan Al-Shorta memastikan lolos ke 16 besar AFC Champions League Two 2026/2027.
Alwi Farhan gagal ke perempat final Korea Open 2026 setelah kalah dramatis dari Wang Po Wei dalam pertandingan tiga gim.
Honda CRF1150L Africa Twin Enduro Sports 2027 hadir dengan mesin 1.131 cc, tenaga 117,3 hp, suspensi panjang, dan bobot 228 kg.
Pengadilan Brasil memerintahkan Meta menghentikan penggunaan konten media untuk melatih AI. Perusahaan terancam denda Rp3 miliar per hari.