Advertisement

Harga Cabai Rawit Jogja Turun Rp70.000 per Kg, Disdag Jaga Pasokan

Stefani Yulindriani Ria S. R
Jum'at, 27 Februari 2026 - 13:37 WIB
Maya Herawati
Harga Cabai Rawit Jogja Turun Rp70.000 per Kg, Disdag Jaga Pasokan Pedagang cabai rawit merah. - Foto ilustrasi - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Harga cabai rawit merah di Kota Jogja mulai turun hingga Rp70.000 per kilogram setelah sebelumnya sempat mendekati Rp95.000. Kondisi ini dikonfirmasi Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Jogja yang terus berupaya menjaga stabilitas pasokan pangan menjelang Lebaran.

Kepala Bidang Ketersediaan, Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Disdag Kota Jogja, Sri Riswanti, menjelaskan tren penurunan harga terjadi secara bertahap dalam beberapa hari terakhir.

Advertisement

“Dari Rp95.000 turun ke Rp90.000, lalu Rp85.000, Rp80.000, Rp75.000, dan hari ini sudah Rp70.000 per kilogram,” ujarnya, Jumat, (27/2/2026).

Selain cabai rawit merah, sejumlah komoditas pangan lain juga relatif stabil. Harga daging ayam ras yang sebelumnya Rp40.000 per kilogram kini turun menjadi Rp39.000 per kilogram. Sementara harga telur ayam ras yang sempat meningkat masih bertahan di angka Rp30.000 per kilogram selama sepekan terakhir.

Menurut Sri, stabilitas harga telur tidak terlepas dari dukungan subsidi biaya pengiriman untuk pasar-pasar pantauan yang difasilitasi Bank Indonesia. Program tersebut dinilai mampu menahan lonjakan harga selama periode Ramadan.

Untuk komoditas bawang, pergerakan harga masih fluktuatif namun tidak signifikan. Harga bawang putih berada di kisaran Rp30.000 per kilogram, sedangkan bawang merah sekitar Rp34.000 per kilogram.

“Masih dalam batas normal dan di bawah harga eceran tertinggi,” katanya.

Sri menuturkan, harga cabai sangat dipengaruhi pola tanam dan faktor cuaca. Curah hujan tinggi beberapa waktu lalu sempat menekan produksi, sementara permintaan meningkat menjelang Ramadan karena adanya tradisi nyadran dan berbagai kegiatan hajatan masyarakat. Memasuki bulan puasa, permintaan cenderung menurun sehingga harga ikut terkoreksi.

Dari sisi distribusi, pasokan cabai yang masuk ke Kota Jogja sebagian besar berasal dari wilayah Magelang dan Temanggung. Sementara sentra produksi cabai di DIY seperti Kulonprogo, Sleman, dan Bantul justru banyak memasok ke luar daerah melalui mekanisme pasar lelang terbuka.

“Produk dari Kulonprogo misalnya banyak dipasarkan ke Sumatera seperti Palembang. Ada juga yang naik ke pasar lelang dan diambil tengkulak Jakarta. Karena sistem lelang terbuka, siapa yang menawar lebih tinggi akan mendapatkan barang,” katanya.

Ia menambahkan, karakteristik cabai dari Muntilan dan Magelang dinilai lebih pedas dan tidak mudah busuk karena ditanam di dataran tinggi sehingga kadar airnya lebih rendah dibandingkan cabai dari wilayah pantai.

Ke depan, Disdag Kota Jogja bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Jogja berupaya memperkuat kerja sama antar daerah intra provinsi agar pasokan cabai dapat lebih banyak terserap pasar lokal DIY. Strategi tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga cabai rawit menjelang Lebaran.

Menjelang Hari Raya Idulfitri, kenaikan harga pangan biasanya terjadi pada periode H-7 hingga H-5 Lebaran seiring kedatangan pemudik dan meningkatnya aktivitas masyarakat. Meski demikian, berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, kenaikan harga masih dalam batas wajar selama pasokan terjaga dengan baik, sehingga stabilitas harga cabai rawit Jogja diharapkan tetap terkendali hingga periode Lebaran dan setelahnya.

“Kota Jogja bukan sentra penghasil, tapi kami mengupayakan stabilisasi harga dengan memastikan pasokan lancar. Harapannya sampai Lebaran dan H+7 tidak ada gejolak harga,” katanya.

BACA JUGA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Anggota Komisi IX DPR Dorong Transparansi Program Makan Bergizi Gratis

Anggota Komisi IX DPR Dorong Transparansi Program Makan Bergizi Gratis

News
| Jum'at, 27 Februari 2026, 14:47 WIB

Advertisement

Korea Selatan Beri Bebas Visa Grup bagi Turis Indonesia

Korea Selatan Beri Bebas Visa Grup bagi Turis Indonesia

Wisata
| Kamis, 26 Februari 2026, 20:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement