Warga Terdampak TPA Piyungan Dapat BPJS Kesehatan Gratis dari Pemkab
Pemkab Bantul memberikan BPJS Kesehatan gratis bagi 544 warga terdampak TPA Piyungan sebagai bentuk perlindungan kesehatan dan kompensasi.
Pemkal Terong dibantu oleh warga sekitar saat menurunkan replika sayur Terong, Kamis (26/2) sore. Harian Jogja/Kiki Luqman
Harianjogja.com, BANTUL—Cuaca ekstrem berupa angin kencang menyebabkan replika sayur pada Tugu Terong di Kalurahan Terong, Bantul, mengalami kemiringan hingga harus diturunkan demi keselamatan pengguna jalan. Pemerintah kalurahan langsung mengambil langkah penanganan dengan mengevakuasi ikon tersebut untuk diperbaiki.
Kerusakan mulai diketahui pada Selasa sore (24/2/2026) seusai pemerintah kalurahan menerima laporan kondisi replika yang tampak tidak stabil di bagian atas tugu, sehingga berpotensi membahayakan masyarakat yang melintas di sekitar lokasi.
Lurah Kalurahan Terong, Sugiyono, menjelaskan kerusakan tidak terjadi secara total pada replika tersebut. Namun, dudukan serta rangka penyangga diduga mengalami pelemahan sehingga posisi ikon menjadi miring dan berisiko roboh apabila tidak segera ditangani.
“Ya, jadi saya dikabari hari Selasa sore tanggal 24. Waktu itu saya menyimak dulu karena tidak mungkin dikerjakan sendiri,” ujarnya, Jumat, (27/2/2026) siang.
Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut tergolong tidak terlalu parah, tetapi tetap berpotensi membahayakan keselamatan pengendara maupun warga sekitar apabila replika tidak segera dievakuasi.
“Tidak terlalu parah tapi membahayakan pengendara kalau tidak cepat dievakuasi atau dicopot dulu, dudukannya itu mungkin patah atau melemah sehingga doyong. Kemudian itu tak lepas, jangan sampai menjatuhi pengendara atau orang,” jelasnya.
Sugiyono juga menilai faktor usia bangunan dan kondisi cuaca menjadi penyebab utama kerusakan. Tugu Terong diketahui telah berdiri sekitar lima tahun dan terus terpapar panas serta hujan yang berpotensi melemahkan struktur material.
“Itu wajar lah, karena sudah lima tahun. Cuaca juga berpengaruh,” ujarnya.
Saat ini, pemerintah kalurahan telah menurunkan replika tersebut sebagai langkah pengamanan sekaligus persiapan proses perbaikan. Penanganan akan dilakukan dengan melibatkan tenaga ahli pengelasan dari wilayah setempat agar struktur penyangga dapat diperkuat kembali.
“Sekarang sudah kami turunkan. Akan kami benahi melalui ahlinya, tukang las di wilayah kami. Nanti beberapa waktu kalau sudah selesai ya kita naikkan lagi,” tutur dia.
Pemerintah kalurahan menargetkan perbaikan ikon Tugu Terong Bantul tersebut dapat rampung dalam waktu dekat agar kembali menjadi penanda wilayah sekaligus daya tarik lokal bagi masyarakat. Sugiyono bahkan optimistis proses perbaikan dapat selesai sebelum momentum Lebaran tahun ini. “Insyaallah bisa selesai sebelum lebaran. Harus cepat, karena itu kan ikon kami,” ucapnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul memberikan BPJS Kesehatan gratis bagi 544 warga terdampak TPA Piyungan sebagai bentuk perlindungan kesehatan dan kompensasi.
SPMB SMP Gunungkidul 2026 buka jalur domisili 29 Juni. Aturan diperketat untuk cegah kecurangan KK tempel.
BNN, TNI, dan Polri bongkar 59 jaringan narkoba. Lebih dari 200 ton barang bukti diamankan senilai Rp29 triliun.
Disdikpora Kulonprogo gelar pelatihan dan lomba bisnis untuk pelajar dan pemuda, dorong lahirnya wirausahawan muda.
UGM kembangkan Smart Compost Vessel di Sleman, ubah sampah organik jadi pupuk cair untuk ketahanan pangan keluarga.
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 5 Sleman menggelar peringatan Milad ke-29 yang dirangkaikan dengan peresmian Sasana Krida Wiyata pada Jumat (26/6/2026).