Viral Paddle Board Baros Tarik Wisatawan Luar Kota, Ini Tarifnya
Wisata paddle board di Muara Sungai Opak Baros Bantul menarik wisatawan dan membuka peluang ekonomi baru bagi warga pesisir.
Kegiatan pertanian di kawasan Pantai Baros, Kretek. Kiki Luqman
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul menargetkan surplus produksi beras mencapai 100.000 ton pada 2026. Target tersebut dipasang seiring upaya meningkatkan luas tanam padi hingga 35.000 hektare, meski di sisi lain konsumsi beras masyarakat menunjukkan tren penurunan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Joko Waliyo, mengatakan sasaran surplus tahun ini lebih tinggi dibandingkan capaian 2025 yang berada di kisaran 70.000 ton. Peningkatan produksi diharapkan ditopang oleh bertambahnya luas tanam serta optimalisasi pemanfaatan lahan pertanian.
"Nah target luas tanam padi tahun 2026 kan 35 ribu hektare, harapannya bisa surplus 100 ribu ton beras," katanya, Selasa (4/8/2026).
Luas Tanam Padi Terus Meningkat
Menurut Joko, perluasan areal tanam menjadi salah satu faktor utama dalam mengejar target produksi padi tahun ini.
Pada 2025, luas tanam padi di Bantul mencapai sekitar 34.000 hektare, yang menjadi dasar perhitungan surplus produksi sekitar 70.000 ton.
Ia menjelaskan tren peningkatan luas tanam mulai terlihat sejak 2025. Saat itu, luas tanam telah menembus sekitar 32.000 hektare, menjadi capaian tertinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Selama ini, luas tanam padi di Bantul paling tinggi 32 ribu hektare," ujarnya.
Joko optimistis target tahun ini masih dapat dicapai. Berdasarkan realisasi hingga semester I 2026, capaian luas tanam dinilai sudah menunjukkan perkembangan yang cukup baik.
"Di pertengahan tahun kemarin di semester I sudah cukup tinggi walaupun saya lupa angkanya, tapi harapan kami di akhir tahun tercapai," katanya.
Petani Didorong Percepat Siklus Tanam
Untuk meningkatkan produktivitas, DKPP Bantul mendorong petani mempercepat masa tanam setelah panen.
Jeda yang sebelumnya mencapai sekitar satu bulan diharapkan dapat dipangkas menjadi 15 hingga 20 hari, sehingga lahan bisa kembali ditanami lebih cepat dan frekuensi tanam dalam setahun meningkat.
"Jarak yang biasanya setelah panen itu tanam padinya sebulan kemudian, dapat diperpendek jadi 15 sampai 20 hari," ujarnya.
Langkah tersebut dinilai menjadi salah satu strategi penting dalam mengoptimalkan produksi padi tanpa harus menambah luas lahan pertanian secara signifikan.
Konsumsi Beras Masyarakat Turun
Di tengah target peningkatan produksi, DKPP Bantul mencatat konsumsi beras masyarakat justru mengalami penurunan.
Joko menyebut konsumsi beras per kapita yang sebelumnya mencapai 84 kilogram per tahun kini turun menjadi 62,54 kilogram per kapita per tahun.
"Dulu konsumsi beras 84 kg per kapita per tahun, tapi sekarang 62,54 kg per kapita per tahun," katanya.
Menurutnya, perubahan tersebut dipengaruhi semakin beragamnya pola konsumsi masyarakat. Beras tidak lagi menjadi satu-satunya sumber karbohidrat yang dikonsumsi sehari-hari.
Sebagian masyarakat mulai memilih sumber pangan alternatif seperti umbi-umbian dan sorgum. Selain itu, perubahan pola makan juga dipengaruhi faktor kesehatan.
"Mungkin faktornya juga ada yang mengurangi karena diabetes, ada juga yang mulai beralih ke umbi-umbian," ujarnya.
Meski konsumsi beras menurun, Pemerintah Kabupaten Bantul tetap berupaya meningkatkan produksi untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus mempertahankan surplus beras di daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wisata paddle board di Muara Sungai Opak Baros Bantul menarik wisatawan dan membuka peluang ekonomi baru bagi warga pesisir.
Pengamat menilai target swasembada gula tidak cukup dicapai dengan mewajibkan industri rafinasi memiliki kebun tebu. Reformasi industri dinilai lebih penting.
Permintaan darah untuk pasien di RSUD Kota Jogja kini tak lagi mengandalkan proses manual. Rumah sakit tersebut menerapkan Sistem Informasi Digital Order Bank
Presiden Prabowo memerintahkan Bahlil dan PLN segera mengatasi pemadaman listrik di Kalimantan. Gangguan disebut bukan akibat kekurangan energi.
Polres Bantul menyelidiki dugaan pembacokan dan pengeroyokan di Banguntapan. Korban mengalami luka di wajah dan telah membuat laporan polisi.
Pegadaian meraih penghargaan dari IDX Channel Anugerah ESG 2026 pada kategori Inovasi Keuangan Inklusif untuk Pertumbuhan Berkelanjutan