PSEL Mundur ke 2028, Jogja Andalkan Gerakan Mas JOS Tekan Sampah
Pengelolaan sampah Jogja diklaim terkendali meski proyek PSEL mundur ke 2028. Produksi 300 ton per hari ditekan lewat Gerakan Mas JOS.
Captain Jack tampil di Wild Ground Fest 2023, Sabtu (11/11/2023)./ Harian Jogja - Anisatul Umah
Harianjogja.com, SLEMAN—Setelah berpisah selama tujuh tahun dari formasi awal, band Captain Jack kembali reuni. Kelima personil, Mohammad Dhani Febriadi atau Momo (sebagai vokal dan gitar), Zuhdil Hery (gitar), Novan Maltuvanie (bass), Surya Ismeth (keyboard dan synth), serta Andi Babon (drum) kembali dalam satu panggung di Wild Ground Fest di area Candi Prambanan, Sleman, Sabtu malam (11/11/2023).
Captain Jack menjadi salah satu penampil pamungkas Wild Ground Fest hari pertama. Mereka menghibur ratusan Monster Jackers, fans mereka Captain Jack, yang sudah lama tidak melihat formasi awal band, yang sudah terbentuk sejak 1999 ini.
Lagu-lagu awal yang mereka bawakan seperti Tak Sama Adalah Pilihan, Hanya Karena, Sempurna, Sadar Lebih Baik, serta Tak Ada yang Datang. “Lagu-lagu tadi udah enggak dibawain berapa tahun, sekali-kali boleh ya dengerin yang keras-keras, Indonesia butuh [musik] yang keras lagi, enggak perlu semuanya lembek,” kata Momo, di jeda-jeda lagu.
Momo juga bercerita apabila dulu Captain Jack sering dianggap sebagai perusuh. Namun seiring perjalanan waktu, juga bertambahnya umur band, kesan itu semakin memudar. Walaupun umur personil semakin menua, bukan berarti Captain Jack tidak berani mengkritik yang mereka tidak suka. Momo beranggapan, setelah menjamurkan pengguna media sosial TikTok, pemikiran yang sedikit keras atau berbenturan dengan umum semakin tersingkirkan.
“Dampaknya, panggung tidak diisi musik yang tidak punya nilai, tapi hanya sekadar hiburan,” katanya, sebelum membawakan lagu hits Captain Jack berjudul Pahlawan dan Kupu-Kupu Baja. “Aku juga tidak takut mengkritik KPOP, meski mereka salah satu ras terkuat di Bumi, tapi ada juga yang kuat, yaitu ras wibu.”
BACA JUGA: BAND INDIE JOGJA : Captain Jack Mengkritik Secara Cerdas Melalui Rebel Responsible
Dalam mengumpulkan kembali para personil Captain Jack, Surya Ismeth mengatakan apabila sosok kuncinya adalah Weimpy ‘Tebong’ Adhari, atau owner Starcross. Tebong, yang juga inisiator Wild Ground Fest mengontak para personil untuk mau reuni lagi. “Dia ngubungin kami satu per satu untuk ngajak manggung di Wild Ground,” katanya.
Sebagai informasi, Captain Jack merupakan band yang terbentuk di Jogja. Para personil berasal dari Pontianak, yang pindah ke Jogja untuk melanjutkan pendidikan. Salah satu penonton, Andi Budiman, mengatakan sengaja ke Wild Ground hari pertama untuk menonton Captain Jack. Meski bukan fans, dia penasaran untuk melihat live-nya.
“Dulu beberapa kali denger lagunya, tapi belum sempet nonton secara langsung, udah keburu personilnya pada keluar. Mumpung ini lagi reuni lagi, jadi disempetin nonton,” kata laki-laki asal Sleman berusia 29 tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengelolaan sampah Jogja diklaim terkendali meski proyek PSEL mundur ke 2028. Produksi 300 ton per hari ditekan lewat Gerakan Mas JOS.
Harga BBM naik per 17 Mei 2026. Solar BP-AKR dan Vivo tembus Rp30.890 per liter, Pertamax Turbo dan Dexlite juga naik.
Veda Ega Pratama start dari posisi ke-21 Moto3 Catalunya 2026 usai gagal lolos Q2. Rider Indonesia tetap optimistis memburu rombongan depan.
Kevin Diks mencetak gol spektakuler saat Borussia Monchengladbach menghancurkan Hoffenheim 4-0 di Bundesliga 2025/2026.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola mendoakan Marc Marquez cepat pulih meski Aprilia sedang dominan di MotoGP 2026.
WhatsApp bisa membuat memori ponsel cepat penuh. Simak cara membersihkan penyimpanan tanpa menghapus chat penting.