Pria Bersenjata Parang Ngamuk di Pleret Bantul, Satu Warga Terluka
Aksi penganiayaan di Pleret Bantul membuat seorang warga terluka akibat sabetan parang. Pelaku berhasil diamankan polisi beberapa jam setelah kejadian.
Teras Malioboro 2 segera direlokasi pada 2024. - Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY berencana mulai membangun gedung permanen untuk menampung relokasi pedagang dari Teras Malioboro 2 pada tahun depan. Sekarang tahapan pembangunan tempat baru itu tengah masuk ke pengerjaan Rancang Bangun Rinci atau Detail Engineering Design (DED).
Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Srie Nurkyatsiwi mengatakan sesuai dengan target rencana pembangunan lokasi untuk menampung pedagang dari Teras Malioboro 2 ditargetkan bisa dimulai pada awal tahun depan. Lokasi yang sekarang digunakan pedagang nantinya akan dipakai buat membangun JPG. "Rencana pembangunan tahun depan awal harapannya begitu, semoga bisa lancar," katanya, Jumat (17/11).
Adapun lokasi yang nantinya dipakai buat menampung pedagang Teras Malioboro 2 ada di belakang Ramayana Ketandan dan di sebelah Teras Malioboro 1 dengan luas total mencapai 5.000 m². Rinciannya lahan di kawasan Teras Malioboro 1 sekitar 2.000 m² dan sisanya 3.000 m² berada di kawasan Ketandan.
BACA JUGA: DBD di Gunungkidul Diklaim Terkendali, Dinkes: Tidak Perlu Nyamuk Wolbachia
"Untuk pembebasan lahan saya lupa nominalnya. Itu kan dimulai dari 2022 kemudian lanjut lagi tahun ini. Kalau yang di Ketandan mungkin sekitar Rp40 miliar-Rp50 miliar," ujarnya.
Setelah proses DED rampung yang ditargetkan pada tahun ini, pengerjaan fisik diharapkan bisa dimulai pada awal tahun depan. Pihaknya menargetkan proses pengerjaan tersebut bisa diselesaikan dalam kurun waktu satu tahun, sehingga pada 2025 mendatang pedagang sudah bisa menempati lokasi baru.
"Tahun depan kita mulai bangun dengan durasi setahun juga. Itu kan banyak persiapan mulai dari persiapan lahan, pembenahan dan sebagainya sehingga 2025 harapan kita sudah bisa ditempati karena di sana sekarang kan mau dibangun JPG," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Aksi penganiayaan di Pleret Bantul membuat seorang warga terluka akibat sabetan parang. Pelaku berhasil diamankan polisi beberapa jam setelah kejadian.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.