Water Station Malioboro Rusak, Pemkot Jogja Minta Warga Ikut Menjaga

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Jum'at, 10 Juli 2026 05:17 WIB
Water Station Malioboro Rusak, Pemkot Jogja Minta Warga Ikut Menjaga

Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo saat ditemui di Dinas Lingkuhan Hidup Jogja, Minggu (1/3/2026). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mengajak masyarakat dan wisatawan untuk bersama-sama menjaga fasilitas air minum gratis atau water station yang tersedia di kawasan Malioboro. Ajakan tersebut disampaikan menyusul adanya sejumlah unit yang mengalami kerusakan akibat penggunaan yang tidak sesuai fungsi.

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan fasilitas tersebut disediakan untuk memenuhi kebutuhan pengunjung yang beraktivitas di kawasan Malioboro. Kehadiran water station diharapkan dapat memberikan kemudahan akses air minum sekaligus mendukung kawasan wisata yang lebih ramah bagi pejalan kaki.

Namun dalam praktiknya, sejumlah fasilitas mengalami kerusakan karena digunakan untuk aktivitas di luar peruntukannya.

"Yang kemarin baru beberapa ya, karena dipakai macam-macam. Harusnya untuk minum malah dipakai cuci, digantung-gantungi anak-anak. Kalau rusak ya diperbaiki," kata Hasto, Kamis (9/7/2026).

Menurut Hasto, kerusakan fasilitas publik bukan alasan bagi pemerintah untuk menghentikan layanan yang bermanfaat bagi masyarakat. Pemkot Jogja berkomitmen tetap menyediakan fasilitas tersebut sembari melakukan perbaikan dan meningkatkan edukasi kepada pengguna.

Ia menilai kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan fasilitas publik yang telah dibangun menggunakan anggaran pemerintah.

"Memberikan edukasi kepada masyarakat memang penting dan harus terus-menerus. Jangan karena masyarakat belum kondusif lalu kita berhenti menyediakan fasilitas. Kebaikan itu harus terus kita kerjakan, edukasi saja yang terus ditingkatkan," ujarnya.

Hasto menegaskan keberhasilan penataan kawasan Malioboro tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga partisipasi masyarakat dalam merawat dan memanfaatkan fasilitas secara bertanggung jawab.

Menurutnya, fasilitas yang terawat akan memberikan manfaat lebih besar bagi wisatawan maupun warga yang beraktivitas di pusat wisata Kota Jogja tersebut.

Penataan Malioboro Masih Dimatangkan

Selain menyoroti kondisi water station, Pemkot Jogja bersama Pemerintah Daerah (Pemda) DIY juga masih mematangkan berbagai rencana penataan kawasan Malioboro.

Beberapa agenda yang tengah dibahas antara lain pengoperasian becak listrik, pengaturan akses kendaraan, hingga skema lalu lintas di sekitar kawasan wisata tersebut.

Hasto menjelaskan pembahasan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kebutuhan akses warga, lokasi putar balik kendaraan, ketersediaan kantong parkir, hingga karakteristik setiap ruas jalan yang terhubung dengan Malioboro.

Menurut dia, portal yang telah dipasang di sejumlah titik akses menuju Malioboro merupakan bagian dari kesiapan infrastruktur apabila di kemudian hari diperlukan pengaturan lalu lintas atau rekayasa akses kendaraan.

Meski demikian, penerapan kebijakan tersebut masih menunggu hasil pembahasan bersama Pemda DIY agar keputusan yang diambil benar-benar mempertimbangkan kebutuhan seluruh pihak.

"Pembahasannya masih dilakukan tahap demi tahap agar semua aspek bisa dipertimbangkan dengan matang," kata Hasto.

Pemkot Jogja berharap dukungan masyarakat dalam menjaga fasilitas publik dapat berjalan seiring dengan upaya penataan Malioboro yang terus dilakukan. Dengan demikian, kawasan wisata ikonik tersebut dapat tetap nyaman, bersih, dan memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan maupun warga lokal.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online