Hasil PSS Sleman vs Borneo FC: Super Elja Kalah 1-2
PSS Sleman kalah 1-2 dari Borneo FC di Stadion Maguwoharjo. Gol Fornazari menit ke-86 belum mampu menyelamatkan Super Elja.
Gunung Merapi terlihat pada Minggu (12/3/2023) / Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman meminta seluruh pengelola destinasi wisata di lereng Gunung Merapi untuk mewaspadai bencana hidrometeorologi. Hal ini dilakukan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan bagi wisatawan yang berkunjung.
Kepala Dispar Sleman Ishadi Zayid mengatakan permintaan untuk pengelola wisata mewasapadi bencana hidrometeorologi akan disampaikan pada forum yang digelar pada pekan depan. Nantinya para pengelola destinasi wisata yang ada di lereng Gunung Merapi akan dikumpulkan dan diberikan penjelasan terkait antisipasi bencana hidrometrologi.
"Pekan depan kami kumpulkan semua. Kami akan ingatkan mengenai antisipasi bencana hidrometrologi. Karena destinasi di lereng Gunung Merapi ini potensial terkena dampaknya. Untuk itu perlu mitigasi," kata Ishadi, Senin (20/11/2023).
Menurut dia, potensi bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan angin kencang yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrim seperti saat ini tentunya harus disikapi dengan kesiapsiagaan oleh seluruh pengelola destinasi wisata di Sleman.
Adapun destinasi yang wajib meningkatkan kewaspadaan tersebut adalah yang memiliki aktivitas di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dan daerah lereng-lereng.
BACA JUGA: Sultan HB X Dijadwalkan Berikan Arahan kepada Parpol dan Timses Capres-Cawapres
"Nanti kami ingatkan. Kami minta pengelola agar selalu mengutamakan keselamatan dan kenyamanan wisatawan," katanya.
Optimistis Target Tercapai
Sementara disinggung mengenai target kunjungan wisata, Ishadi mengatakan pada 2023, Dispar Sleman menargetkan sebanyak 7 juta pengunjung. Sementara hingga akhir Oktober, telah ada 5,9 juta pengunjung ke sejumlah destinasi wisata di Bumi Sembada. Adapun destinasi yang jadi lokasi favorit untuk dikunjungi di Sleman ada Candi Prambanan, Tebing Breksi, kawasan Kaliurang dan sejumlah destinasi di lereng Gunung Merapi. "Saat ini degan sisa waktu yang ada, kami optimistis target akan tercapai," katanya.
Untuk mencapai target kunjungan wisatawan, Ishadi mengaku akan memaksimalkan sejumlah pementasan di sejumlah objek wisata pada musim libur Natal dan Tahun Baru 2024. Sebab, saat ini kalender even dari Dispar telah berakhir.
"Kalender even selesai di Ngayogjazz. Nanti di akhir tahun hanya ada pentas reguler di sejumlah destinasi wisata," ucap Ishadi.
Mengenai jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, Ishadi, sejauh ini tidak banyak jumlahnya. Sebab, wisatawan yang datang ke Sleman didominasi wisatawan domestik. "Untuk itu kami masih mengandalkan wisatawan domestik untuk mencapai target kunjungan wisatawan tahun ini," ucap Ishadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman kalah 1-2 dari Borneo FC di Stadion Maguwoharjo. Gol Fornazari menit ke-86 belum mampu menyelamatkan Super Elja.
Kemenhub mendorong KAI mempercepat pengadaan 35 KRL baru dan dua retrofit agar seluruhnya dapat beroperasi pada 2027.
Kemnaker menyiapkan pelatihan vokasi bagi 50.000 pekerja terdampak PHK. Simak bidang pelatihan, fasilitas, syarat, dan cara pendaftarannya.
Ekonomi 2027 menghadapi tantangan daya beli, pembiayaan UMKM, kualitas kredit, serta pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di DIY.
Realisasi investasi selama dua tahun pemerintahan Prabowo mencapai Rp3.923,2 triliun dan menyerap lebih dari 5,48 juta tenaga kerja.
Pemerintah mengaktifkan SIZE di Jawa-Bali untuk mendeteksi dini penyakit zoonosis melalui integrasi data kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.