Jateng Boyong Enam Penghargaan Adinata Syariah 2026
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memborong enam penghargaan pada Anugerah Adinata Syariah 2026.
Pemberian cendera mata oleh Direktur RSJ Ghrasia, Ahmad Akhadi (kiri) kepada Dekan FKM UAD, Rosyidah, Jumat (24/11)./Harian Jogja-Alfi Annisa Karin
SLEMAN—Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grhasia menggelar literasi kesehatan masyarakat dengan menggandeng Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD).
Kegiatan yang digelar di Kampus 3 UAD, Jumat (24/11) ini menjadi upaya RSJ Grhasia dalam mengedukasi mahasiswa soal kesehatan mental. Direktur RSJ Grhasia, Ahmad Akhadi menuturkan usia dewasa muda seperti para mahasiswa ini punya faktor risiko tinggi untuk menghadapi tekanan psikomental.
Jika tak dikawal dengan baik, dia khawatir kejadian bunuh diri di kalangan mahasiswa yang belakangan beritanya santer terdengar, bisa kembali terulang. Ahmad mengatakan dari satu kasus bunuh diri yang ditemui, ada 20 orang lainnya dengan berpotensi bunuh diri. “Mereka tahu konsep bunuh diri dan cara bunuh diri,” katanya.
Ahmad menuturkan kebanyakan mahasiswa saat ini tergolong Generasi Z. Salah satu karakteristiknya adalah cenderung mandiri di dalam mengakses informasi dari gadget. Di sisi lain, tak semua informasi yang didapatkan melalui gadget itu benar dan akurat sehingga mereka tak menemui jalan keluar saat menghadapi masalah kesehatan mental. “Mereka yang mengalami problematika kesehatan mental jadi tidak memperoleh asupan dari pakar atau dari orang yang berkompeten,” katanya.
Untuk itu, literasi kesehatan di lingkup kampus menjadi penting. Ahmad juga berharap, berbagai inovasi UAD di bidang kesehatan mental bisa segera terealisasi dengan turut menggandeng RSJ Grhasia di dalamnya.
Sementara itu, Dekan FKM UAD, Rosyidah menuturkan literasi kesehatan mental penting untuk dilakukan, terutama di lingkungan kampus. Kegiatan ini turut menjawab persoalan, pencegahan, hingga penanganan gangguan kesehatan mental.
Rosyidah menambahkan, mahasiswa acap tak menyadari dirinya tengah mengalami gejala gangguan kejiwaan. Sebagian mahasiswa lainnya juga kebingungan harus konsultasi ke mana saat menemui gejala gangguan mental.
Menurutnya, mewujudkan kesehatan mental perlu peran serta dari berbagai pihak. Mulai dari para akademisi hingga keluarga. “Jangan sampai yang mengalami gejala tidak mendapat perhatian,” ujarnya, Jumat.
BACA JUGA: Rayakan HKN, RS Jiwa Grhasia Gaungkan Kearifan Lokal untuk Kesehatan Jiwa
Ke depan, kata Rosyidah, pihaknya akan terus mengembangkan inovasi terkait dengan fasilitasi di bidang kesehatan. Misalnya dengan pembentukan Kampus Sehat. Keberadaan Kampus Sehat, lanjut dia, layaknya keberadaan UKS di sekolah.
Sementara, untuk bidang kesehatan mental, pihaknya akan membentuk tim khusus yang bertugas memberikan pendampingan bagi mahasiswa yang ingin berkonsultasi soal kesehatan mentalnya. UAD juga turut bekerja sama dengan pihak lain, seperti RSJ Grhasia. “Terutama jika ditemui adanya mahasiswa yang perlu dirujuk dan mendapatkan penanganan lebih lanjut,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memborong enam penghargaan pada Anugerah Adinata Syariah 2026.
20 password paling sering digunakan di 2026 versi NordPass! Cek apakah password Anda ada di daftar ini.
Jumlah kecelakaan lalu lintas di Sleman naik 9 persen pada semester I 2026 menjadi 1.454 kasus. Polisi menyebut mobilitas masyarakat dan pelanggaran lalu lintas
PT United Tractors Tbk (UT), anak usaha PT Astra International Tbk (Astra), bekerja sama dengan BNPB menyelenggarakan Training of Trainer Kampung Tangguh Bencan
Panduan lengkap aktivasi rekening SimPel untuk pencairan PIP. Simak dokumen, cara aktivasi, dan manfaat rekening ini untuk kelancaran bantuan pendidikan Anda!
Seluruh pemain Timnas Inggris menyumbangkan match fee selama turnamen untuk berbagai lembaga amal melalui England Footballers Foundation. Dana yang terkumpul te