Grand Rohan Jogja Hadirkan Kembali Pameran Seni Lukis
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Suasana Parade Gamelan Anak 2023 di Univeristas Sanata Dharma pada Minggu (26/11/2023)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Merangkul anak-anak muda berbakat, Parade Gamelan Anak 2023 yang digelar USD riuh diikuti ratusan siswa sekolah dasar. Meski masih berusia belia, ratusan siswa SD dari berbagai wilayah di DIY nampak piawai menyuguhkan penampilan gamelan.
BACA JUGA: Bunda, Ini Dampak Negatif Anak Sering Bermain Ponsel atau Kelamaan Menonton TV
Ketua Panitia Parade Gamelan Anak, Sebastian Aditya mengatakan dari tahun ke tahun Parade Gamelan Anak selalu mengusung tema yang berbeda-beda sebagai bentuk pembaharuan.
"Tahun ini Parade Gamelan Anak mengambil tema Gaung Gangsa Nusantara yang memiliki arti mengagungkan gangsa atau gamelan nusantara dengan cara ikut melestarikan budaya Indonesia," kata Adit pada Minggu (26/11/2023) di Kampus USD.
Total ada 166 peserta dari delapan sekolah dasar berpartisipasi dalam gelaran ini. Delapan sekolah tersebut yakni SD Tumbuh 1, SD Marsudirini Muntilan, SD Kanisius Sorowajan, SD Krista Gracia, SDN Pagerharjo, SDN Nogopuro, SDN Trirenggo dan SD Tumbuh 2.
"Saya harap dengan acara ini dapat menumbuhkan rasa cinta pada budaya dan rasa tanggung jawab untuk melestarikan budaya yang sudah ada sejak dulu," ungkapnya.
Acara ini juga diharapkan mampu melestarikan budaya dan mengenalkan budaya kepada anak-anak. Parade ini sekaligus menjadi wadah para siswa unjuk kebolehan, juga sarana apresiasi kepada anak-anak karena telah mau belajar dan melestarikan budaya yang diwariskan kepada kita.
"Saya berharap acara Parade Gamelan Anak ini akan tetap ada untuk tahun tahun berikutnya. Saya juga berharap acara ini dapat berjalan dengan lancar dari awal hingga akhir dan membawa kesan baik," ujarnya.
BACA JUGA: Nyamuk Wolbachia Bakal Menjadi Pandemi Kedua, Faktanya Seperti Ini
Wakil Rektor IV USD, Caecilia Tutyandari mewakili pimpinan Universitas Sanata Dharma menyambut dan mengucapkan selamat datang kepada para peserta di kampus USD. Parade Gamelan Anak ini lanjut Caecilia merupakan salah satu rangkaian Dies Natalis USD yang ke-68. "Jadi sudah cukup usia bagi kami untuk mensyukuri semua jerih payah kami," ungkapnya.
"Oleh karena itu, saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada segenap peserta, para pendamping, para orang tua yang sungguh,sungguh mendukung anak-anak kita untuk bertemu bersama hari ini," imbuhnya.
Di sisi lain, Caecilia menilai agenda ini dapat menjadi medium para peserta untuk memperbanyak pertemanan. "Selamat berparade, selamat menampilkan yang terbaik, kita berjumpa lagi tahun depan," tandasnya.
Dekan FKIP USD, Tarsisius Sarkim menambahkan bila para orang tua maupun orang-orang dewasa mendukung anak anak untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam meng-gamel. "Kita sedang mengisi, menyisipkan pengalaman batin kepada mereka yang pasti akan menjadi pengalaman seumur hidup mereka," kata Tarsisius.
"Terima kasih kepada bapak ibu guru, terima kasih kepada bapak ibu orang tua yang telah memfasilitasi mendukung anak-anak supaya mereka mengisi hari-harinya, mengisi jiwanya dengan kesenian. Karena kami menyakini seni adalah elemen penting dalam pendidikan," tegasnya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.