Jaga Irigasi Pertanian, 120 Tenaga OP DIY Masih Honorer
Sekitar 120 tenaga OP jaringan irigasi DIY masih berstatus honorer. Mereka didorong menjadi PPPK, setidaknya melalui skema paruh waktu
Sebanyak 227 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan mengikuti Lomba Lukis Tingkat Kabupaten Bantul yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul/ Harian Jogja-Kiki Luqman
Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak 227 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan mengikuti Lomba Lukis Tingkat Kabupaten Bantul yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul.
Kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas pelajar, tetapi juga seleksi untuk mencari perwakilan Bantul dalam lomba tingkat Provinsi DIY.
BACA JUGA: 8 Baliho Liar di Bantul Dibongkar
Kepala Seksi Budaya Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul, Heri Maryanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tahap awal dari jenjang kompetisi menuju tingkat provinsi.
“Lomba lukis ini kami selenggarakan setiap tahun sebagai bagian dari proses seleksi. Nantinya para juara akan mewakili Kabupaten Bantul di tingkat provinsi, sekitar bulan September,” ujarnya saat ditemui usai lomba, Selasa (5/8).
Para peserta berasal dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Menurut Heri, tahun ini tingkat SD menjadi peserta terbanyak, diikuti oleh SMP dan TK. Sementara itu, tingkat SMA menunjukkan antusiasme yang lebih rendah dibandingkan jenjang lainnya.
“Namun tiap tahun peserta dari jenjang SD, TK, dan SMP terus mengalami peningkatan,” ungkapnya.
Dalam perlombaan ini, panitia menetapkan lima juara dari masing-masing kategori juara 1, 2, 3, serta harapan 1 dan 2.
“Jadi dari SD, SMP, dan SMA, masing-masing diambil lima peserta terbaik. Total akan ada 15 pemenang utama yang kita seleksi lebih lanjut,” terang Heri.
Dari puluhan pemenang itu, akan dipilih 20 nominator terbaik yang nantinya disiapkan untuk mengikuti lomba di tingkat Provinsi DIY.
“Sebelum ke provinsi, 20 anak ini akan kita latih dan bina bersama seniman serta praktisi seni dari Kabupaten Bantul. Tujuannya agar mereka lebih siap dan percaya diri,” jelasnya.
Heri juga menambahkan, meskipun lomba hanya berlangsung satu hari, pengumuman pemenang tidak langsung dilakukan di hari yang sama.
Pengumuman pemenang akan disampaikan besok pagi melalui akun Instagram resmi Dinas Kebudayaan dan penyerahan hadiah direncanakan berlangsung pada 22 Agustus 2025.
Momen ini akan disatukan dengan rangkaian Festival Rintisan Desa Budaya yang digelar di Mirokerten, Banguntapan.
“Rencananya Pak Bupati akan menyerahkan langsung hadiah kepada para pemenang, sekaligus menyambut peringatan Hari Anak Nasional,” pungkas Heri.
Sementara itu salah satu peserta Alya yang melukis tiga penari Montro, mengaku sudah mengikuti lomba ini sebanbyak 2 kali.
Kata Alya dia sangat antusias karena dirinya sendri sangat mencintai seni lukis.
"Sudah dua kali kak ikut lomba ini, ini gambar 3 penari montro. Saya dari SD 1 Kretek. Semoga acara kayak gini ada terus ya kak," harap Alya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekitar 120 tenaga OP jaringan irigasi DIY masih berstatus honorer. Mereka didorong menjadi PPPK, setidaknya melalui skema paruh waktu
Arsenal bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Leeds United 2-1. Gol Riccardo Calafiori dan Bruno Guimarães memastikan tiga poin bagi The Gunners.
Donald Trump mengkritik keputusan Nobel Perdamaian 2026 yang diberikan kepada Navi Pillay dan menyebut keputusan itu mencoreng Norwegia.
Alex Rins meminta maaf setelah mengacungkan jari tengah kepada marshal di MotoGP Mandalika 2026. Insiden terjadi saat sesi Practice menyisakan dua menit.
Astra membangun amphitheater di Desa Sejahtera Astra Kemiren, Banyuwangi, untuk melestarikan budaya Osing sekaligus mendorong pengembangan wisata dan ekonomi ma
DPRD Kota Jogja mendorong promosi dan event rutin di berbagai destinasi, termasuk kampung wisata, agar pengunjung tertarik tinggal lebih lama.