Maldini Mundur 16 Hari Setelah Ditunjuk, Italia Krisis
Paolo Maldini dan Leonardo mundur dari FIGC 16 hari setelah ditunjuk, akibat gagal menunjuk Andrea Pirlo sebagai pelatih timnas Italia.
Ilustrasi. /Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, SLEMAN—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman menyiapkan 45 TPS Lokasi Khusus (Loksus) pada Pemilu 2024. TPS Loksus ini sebagian besar akan berada di lingkungan kampus di Bumi Sembada.
Keberadaan TPS Loksus penting untuk memfasilitasi pemilih yang berasal dari luar Sleman agar tetap bisa memberikan hak suaranya saat Pemilu 2024.
Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Sleman Sura'ie mengatakan, 45 TPS Loksus nantinya akan disebar di sejumlah kampus yang ada di Sleman. Setiap kampus, jumlah TPS Loksusnya tidak akan sama dan akan disesuaikan dengan banyak tidaknya jumlah pemilih di loksus tersebut.
"Untuk saat ini sendiri kami terus melakukan pendataan Daftar Pemilih Tambahan(DPTb) untuk pindah pemilih pada Pemilu 2024. Karena ini masih diperbolehkan sampai 14 Januari 2024," kata Surai'e, Senin (27/11/2023).
Sementara Ketua KPU Sleman Ahmad Baehaqi menambahkan, secara regulasi untuk DPTb dari TPS di mana yang bersangkutan terdaftar dalam DPT ke TPS lain harus melalui mekanisme. Dimana, calon pemilih harus mengurus pindah memilih ke KPU Kabupaten atau jajaran penyelenggara adhoc PPS/PPK.
Untuk itu, pihaknya terus menyosialisasikan kepada mahasiswa maupun pemilih dari luar Sleman untuk memenuhi aturan tersebut.
Tergantung Permintaan Kampus
Bagitu juga saat disinggung permintaan dari Bawaslu agar KPU Sleman mendirikan posko layanan khusus untuk mengurus formulir pindah pemilih, utamanya di kampus, Baehaqi menyebut hal itu akan melihat perkembangan yang ada.
"Kalau ada permohonan dari kampus maka KPU Kabupaten Sleman akan mengoptimalkan pelayanan dengan membuka posko," katanya.
BACA JUGA: Tingkatkan Partisipasi Mahasiswa, KPU Sleman Optimalkan Sosialisasi di Kampus
Sebelumnya, Ketua Bawaslu Sleman, Arjuna Al Ichsan Siregar meminta kepada KPU Sleman mendirikan posko layanan khusus di kampus terkait pengurusan formulir pindah pemilih. Sebab, posko ini penting guna meminimalisasi gerakan golongan putih dari mahasiswa, yang tidak bisa kembali ke daerahnya bisa gunakan haknya lewat daftar pemilih tambahan.
"Tentunya, ini akan mempermudah mereka [mahasiswa]. Daripada mereka harus mengurus formulir pindah pemilih di PPS yang tentunya bagi mereka tidak familier," kata Arjuna.
Menurut Arjuna, keberadaan posko ini penting. Sebab, jika mengacu pada pengalaman Pemilu 2019 lalu, banyak mahasiswa perantau tidak dapat menggunakan hak suaranya. Mereka gagal menggunakan hak pilihnya setelah kesulitan mendaftar sebagai pemilih tambahan. Padahal, mereka tidak bisa kembali ke daerahnya dan menggunakan hak pilih di tempat asalnya.
Di sisi lain, Arjuna mengungkapkan saat ini potensi suara dari mahasiswa perantau yang tidak dapat menggunakan haknya di Kabupaten Sleman cukup tinggi. Ada sekitar 200.000 mahasiswa di Sleman. "Baru separuh yang terdaftar sebagai pemilih," jelasnya.
Jika kondisi ini dibiarkan, Arjuna memperkirakan akan menjadi potensi kerawanan pemilu. Sebab, mahasiswa ini akan meminta kepada penyelenggara pemilu agar tetap bisa menggunakan hak suara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Paolo Maldini dan Leonardo mundur dari FIGC 16 hari setelah ditunjuk, akibat gagal menunjuk Andrea Pirlo sebagai pelatih timnas Italia.
nvestigasi mengungkap ratusan dokter palsu berbasis AI membanjiri Facebook dan Instagram untuk mempromosikan suplemen dengan klaim kesehatan yang meraguka
Ariana Grande menggugat peretas yang diduga mencuri dan menjual puluhan lagu belum dirilis, foto, serta video pribadinya melalui dark web.
BPBD Bantul telah menyalurkan 312.000 liter air bersih kepada 2.619 warga terdampak kekeringan di lima kapanewon selama musim kemarau 2026.
Studi ICCT mengungkap biaya baterai mobil listrik turun hingga 35%, tetapi harga EV hanya turun 18% karena produsen lebih fokus meningkatkan kualitas kendaraan.
Gol spektakuler Sidny Lopes Cabral saat melawan Argentina resmi terpilih sebagai gol terbaik Piala Dunia 2026 melalui voting publik FIFA.