Dua Wakil Sleman Jadi Juara Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman 2026
Sleman memborong dua juara pertama Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman 2026 lewat KWT Teratai Mekar dan Kelompok Tani Manunggal Makmur.
Tekwan Gebek Udang, salah satu olahan dari ikan di Kulonprogo./ Istimewa - DKP Kulonprogo
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kulonprogo mencatat omzet sektor pengolahan dan pemasaran ikan di Kulonprogo semester I tahun 2023 mencapai sekitar Rp3,4 miliar.
Pembina Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan DKP Kulonprogo, Isna Bahtiar mengatakan omzet sektor produksi pengolahan dan pemasaran hasil perikanan semester I 2023 diperkirakan mencapai Rp3,4 miliar.
“Untuk data sektor produksi pengolahan dan pemasaran hasil perikanan sementara di semester I tahun 2023 tercatat ada 92.000 kilogram,” kata Isna dihubungi, Sabtu (02/12/2023).
Isna menambahkan beberapa jenis olahan ikan yang ada di Bumi Menoreh antara lain ada kerupuk udang, kerupuk kulit ikan, amplang, dan kerupuk tengiri. Selain itu masih ada kripik wader, teri, belut, peyek udang, peyek ikan, abon lele, dan basreng lele.
Kemudian untuk produk olahan basah ada dimsum lele, otak-otak, nuget ikan, bandeng presto, lele asap, dan gebleg tengiri. Ada juga olahan ikan hasil inovasi baru seperti slondok udang, tekwan beku, donat lele, bakpia lele, dan gebleg ikan beku.
Dia menjelaskan setidaknya ada 88 kelompok dan pemasar (Poklahsar) ikan dari Kabupaten Kulonprogo. Sebanyak lima kelompok di antaranya memiliki tata cara pengolahan hasil perikanan baik yang dibuktikan dengan Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP).
SKP tersebut, menurut Isna penting karena sebagai bukti penerapan tata cara pengolahan ikan yang benar sesuai standar Good Manufacturing Practices (GMP) Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Sertifikat ini penting untuk dapat mengintegrasikan dengan pembangunan Aerotropolis yang berupusat di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).
Isna menegaskan salah satu upaya transformasi di sektor perekonomian yang dapat diintegrasikan dengan kawasan inti Aerotropolis adalah melalui aktivitas pengolahan dan pemasaran hasil perikanan. Aktivitas tersebut dapat mendukung utamanya keberadaan bandar udara (bandara). Ada simbiosis mutualisme yang terjadi, sebab bandara juga mendukung pembangunan aktivitas pengolahan dan pemasaran tersebut.
BACA JUGA: DKP Kulonprogo Optimistis Capai Target Produksi Perikanan Tangkap
Anggota Komisi II DPRD Kulonprogo, Hamam Cahyadi mengatakan Kulonprogo diuntungkan karena menjadi pintu gerbang DIY melalui YIA. Sebab itu, pemasaran produk olahan ikan dapat ditingkatkan sampai tingkat ekspor.
“Kalau serius, Kulonprogo bisa sampai ke tingkat ekspor besar produk olahan ikan. Jadi undang investor pabrik pengolahan ikan. Kulonprogo ini strategis dengan adanya bandara,” kata Hamam.
Hal tersebut, menurut Hamam seperti yang dimaksud Gubernur DIY, bahwa DIY among tani dagang layar. DIY menggarap potensi perikanan walau kondisi pantai Kulonprogo tidak terlalu menguntungkan bagi nelayan. Industri pengolahan perikanan menjadi sangat potensial.
“Tidak harus produksi besar tapi yang penting bagaimana bisa menjual. Perlu dibuat branding bahwa Kulonprogo memiliki pantai dengan olahan perikanannya,” katanya.
Upaya kolaborasi pun memungkinkan dilakukan sebagai upaya mencapai tahap ekspor dan membangun branding. Dia memberi contoh Kabupaten Pacitan yang memiliki omzet perikanan tangkap laut mencapai Rp50 miliar.
“Kalau bisa dikerjasamakan. Produksi mereka diolah dan dipasarkan di Kulonprogo dengan pemberdayaan kelompok nelayan kita yang hanya bisa melaut di musim tertentu. Ini akan meningkatkan kesejahteraan nelayan Kulonprogo,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sleman memborong dua juara pertama Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman 2026 lewat KWT Teratai Mekar dan Kelompok Tani Manunggal Makmur.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 6 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.
Bimbel gratis di Prawirodirjan digelar lima kali sepekan untuk meningkatkan kemampuan belajar anak dan memperluas akses pendidikan.
Prabowo rayakan kemenangan Indonesia atas Thailand di FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menang 4-2 lewat adu penalti di SUGBK.
Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand lewat adu penalti usai bermain 2-2 selama 120 menit.
Pemkot Jogja mengandalkan event sepanjang tahun dan sport tourism untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan serta mendongkrak omzet UMKM.