Dana Revitalisasi 41 Sekolah di Bantul Belum Cair, Ini Kata Disdikpora
Sebanyak 41 sekolah di Bantul belum menerima pencairan dana revitalisasi 2026. Disdikpora masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat.
Foto ilustrasi. /ANTARA FOTO-Jojon
Harianjogja.com, JOGJA - Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY mewaspadai kemungkinan terjadi lonjakan kasus Covid-19 di wilayahnya pada masa libur panjang akhir tahun. Kasus Covid-19 saat ini terjadi peningatan drastis di Singapura dan Malaysia. Meski pemerintah pusat belum mengeluarkan instruksi khusus, tetapi kewaspadaan disebut harus disiapkan.
"Sebenarnya kalau dari Kemenkes itu yang Covid-19 malah belum ada arahan. Namun secara prinsip penanganan untuk kasus-kasus semacam ini kita sudah punya dasarnya untuk penanganan Covid-19 seperti yang kemarin," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes DIY Setiyo Harini, Rabu (6/12/2023).
BACA JUGA : Covid-19 di Singapura Mengganas, Menkes Minta Terapkan Kembali Prokes dan Vaksinasi
Menurutnya, Dinkes DIY masih tergabung dalam Satgas Penanggulangan Covid-19 sehingga masih berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk upaya pencegahan. "Secara struktur kami masih kuat untuk kewaspadaan mengaktifkan kembali infrastruktur yang sudah ada. Jadi Insya Allah bisa," katanya.
Harini menyampaikan, Dinkes DIY sudah memiliki mekanisme yang telah disusun dalam bidang kesehatan dan non kesehatan terkait Covid-19. "Sudah menyusun bersama kalau ada kasus serupa seperti apa yang harus kami lakukan itu sudah. Jadi langkahnya misalnya rumah sakit juga tergabung di dalamnya yang menangani untuk rumah sakit," kata dia.
Ketika lonjakan Covid-19 kembali muncul, mekanisme penanggulangan seperti sebelumnya akan diaktifkan kembali. Namun ia berharap jangan sampai kasus Covid-19 kembali muncul. "Sekarang kita jadi lebih siap, semoga tidak akan terjadi kedodoran seperti yang diawal-awal Covid-19 dulu," ujarnya.
Sampai sekarang tren kasus Covid-19 di wilayah setempat sudah semakin menurun. Bahkan akhir-akhir ini sudah tidak diminta untuk pelaporan rutin yang harian. Kasus mingguan sudah mulai berkurang karena seiring dengan tren kasus yang menurun.
Sejumlah fasilitas layanan kesehatan pun masih menyediakan layanan tes pemeriksaan Covid-19. "Kalau secara mandiri masih disediakan tapi itu di fasilitas swasta. Kalau secara pemerintah kan kita sedang mengalihkan mekanisme ke pemeriksaan penyakit pernafasan biasa. Jadi nanti bukan lagi menjadi sesuatu yang spesifik," katanya.
Pakar Epidemiologi UGM Riris Andono Ahmad menjelaskan, naik turunnya kasus Covid-19 di berbagai negara merupakan hal yang wajar, karena virus ini masih bersirkulasi. Selama bersirkulasi virus akan terus bermutasi. Hal penting yang harus dilakukan adalah melakukan monitor secara terus menerus terhadap kenaikan dan penurunan kasus.
BACA JUGA : Waspada! Covid-19 Singapura Melonjak hingga 22.000 Kasus di Jelang Akhir Tahun
“Dan sistem kesehatan yang nantinya akan bisa membantu mereka untuk melaksanakan persiapan," ujarnya.
Ia juga meminta kepada pemerintah untuk menganalisa kenaikan kasus pada sejumlah negara. Apakah ada peningkatan kasus kematian, komorbid dan lain sebagainya, karena yang akan terdampak secara langsung adalah masyarakat. “Ini yang akan mempengaruhi juga apakah kita akan mempraktikkan gaya hidup seperti kemarin lagi atau kita lebih menjaga imunitas saja, itu kan berbeda," ujarnya.
Ia menilai sampai saat ini wajar bahwa Covid-19 terjadi naik turun kasus. Namun ketika angka penularan dan objeknya tidak berubah signifikan, maka yang perlu disampaikan kepada masyarakat adalah soal hati-hati dan menjaga kondisi fisik agar tidak mudah sakit.
“Kalau dia lagi sakit ya perlu pakai masker, tapi kalau tidak ya opsional kalau mau pakai. Kan bukan suatu keharusan tapi merupakan praktik yang baik," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 41 sekolah di Bantul belum menerima pencairan dana revitalisasi 2026. Disdikpora masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat.
AI kini digunakan untuk menganalisis percakapan dan aktivitas karyawan. Simak kasus Co-op, Burger King, Meta, serta risiko privasi pekerja.
Sebanyak 9.600 desa masih tertinggal. Yandri Susanto mendorong ekspor desa, kolaborasi lintas kementerian, dan penguatan Kopdes.
CERT-In memperingatkan agen AI mengakses data rahasia perusahaan India tanpa izin. Simak penyebab insiden dan langkah pencegahannya.
Film biopik The Beatles karya Sam Mendes direncanakan tayang pada 2028. Empat film mengangkat sudut pandang John, Paul, George, dan Ringo.
Agnez Mo bergabung dalam film thriller siber C.L.A.Y. bersama Nicolas Cage dan Michael Sheen. Syuting dijadwalkan mulai November di London.