Laboartorium Obah #3 dan Cara Menjadi Manusia di Tengah Riuhnya Dunia
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Wagub DIY, KGPAA Paku Alam X saat peletakan batu pertama pembangunan Padepokan Perisai Diri di Sleman, Senin (18/12/2023)./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Wakil Gubernur (Wagub) DIY, KGPAA Paku Alam X menghadiri peletakan batu pertama Padepokan Perisai Diri di Padukuhan Panggeran XII, Kalurahan Triharjo, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman, Senin (18/12/2023).
Acara tersebut dihadiri Ketua Pengda Kelatnas Indonesia Perisai Diri DIY, Ketua Cabang Perisai Diri se-DIY, serta para pelatih dan anggota.
Dalam amanatnya, Sri Paduka Paku Alam X menyampaikan keberadaan Padepokan Perisai Diri tersebut dapat menjadi pusat bela diri Perisai Diri di DIY. "Perlu disyukuri bersama, pembangunan Padepokan Keluarga Silat Nasional Perisai Diri DIY dapat mulai kita laksanakan," ujarnya melalui rilis, Senin.
Dengan dibangunnya padepokan tersebut, kata Wagub, diharapkan di masa depan dapat lahir atlet-atlet silat berprestasi, berwawasan global dan siap untuk go internasional. "Maka, tidak hanya aspek bela diri dan olahraga, Perisai Diri juga harus menampilkan aspek keluhuran budi sebagai seorang pesilat," kata dia.
Wagub juga berpesan agar Perisai Diri tetap solid, teroganisasi dengan baik, profesional dan menjadi organisasi yang memiliki kontribusi yang besar pada pembentukan karakter generasi muda. "Serta dapat menyokong pada terciptanya masyarakat yang damai, tentram, dinamis dan berkemajuan," katanya.
BACA JUGA: Wagub DIY Berharap Jogja Jadi 'Mekah'-nya Para Pesilat
Wagub juga berharap padepokan tersebut nantinya dapat bermanfaat bagi lingkungan sekitar, dan pengurus Kelatnas Indonesia Perisai Diri DIY juga akomodatif dalam menerima masyarakat.
"Terkait dengan rencana pembangunan padepokan Kelatnas Perisai Diri, tentu kami berterima kasih ke Mas Imam [Imam Ismiarto] yang sudah mewakafkan tanahnya untuk Perisai Diri. Harapan saya ini harus bermanfaat bagi lingkungan," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Pengda Kelatnas Indonesia Perisai Diri DIY, Hendra Amijaya, mengatakan jika tanah untuk pembangunan Padepokan Perisai Diri tersebut memiliki luas sekitar 1.300 meter persegi dan akan dibangun hall terbuka seluas 24 x 15 meter. "Ada bangunan penunjang seperti musala, gudang hingga dapur. Adapun anggaran biaya sekitar Rp2 miliar yang bersumber dari internal dan eksternal Perisai diri DIY," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.