11 Bayi Dievakuasi dari Rumah di Pakem, Diduga Titipan Mahasiswi
Evakuasi 11 bayi di Pakem Sleman diduga titipan mahasiswi ke bidan tanpa izin daycare resmi.
Ilustrasi longsor./Pixabay-Saiful Mulia
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—BPBD Gunungkidul menegaskan akan berjaga selama 24 jam selama libur Natal 2023 dan Tahun 2024.
Hal tersebut dilatarbelakangi oleh musim hujan yang mulai datang dan menyebabkan potensi kerawanan tanah longsor.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Sumadi mengatakan BPBD Gunungkidul akan berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait untuk libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“BPBD menyiapkan personel yang akan siaga selama 24 jam dan siap melayani apabila ada peristiwa kebencanaan selama natal dan tahun baru,” kata Sumadi, Selasa (19/12/2023).
Sumadi menambahkan personelnya tidak akan menyebar tetapi siaga di kantor BPBD. Dengan begitu apabila ada laporan kebencanaan masuk, koordinasi dapat dilakukan dengan efektif dan efisien.
BACA JUGA: Anggaran Droping Air Habis dan Hujan Belum Merata, BPBD Gunungkidul Andalkan CSR
Menurut dia, kejadian kebencaan yang mungkin terjadi apabila menilik pada 2022 yaitu tanah longsor meski bukan di kawasan wisata.
Sejauh ini, BPBD Gunungkidul masih memiliki logistik material berupa beronjong, seng, dan galvalum. Selain itu ada paket per makanan berupa beras, minyak, tepung, mi instan, teh, kopi, dan lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Evakuasi 11 bayi di Pakem Sleman diduga titipan mahasiswi ke bidan tanpa izin daycare resmi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 14 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
PP Tunas memungkinkan perubahan status risiko TikTok, Roblox, dan YouTube jika lolos evaluasi perlindungan anak digital.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan akan menindak tegas pengusaha tambang yang merusak lingkungan dan melanggar aturan konservasi.
Kemlu RI mengonfirmasi tujuh WNI tewas akibat kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia. Tujuh korban lainnya masih dicari.