2.935 Atlet Ramaikan Taekwondo Gubernur Jateng Cup 2026
Sebanyak 2.935 atlet ikuti Gubernur Jateng Cup Taekwondo 2026 di Semarang, jadi ajang pembinaan atlet muda berprestasi.
Disbud Gunungkidul menggelar talk show Pengembangan Kebudayaan Gunungkidul di Taman Budaya Gunungkidul pada Selasa (19/12/2023)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
GUNUNGKIDUL—Disbud Gunungkidul menggelar talk show dengan judul Pengembangan Kebudayaan di Gunungkidul di Taman Budaya Gunungkidul, Selasa (19/12/2023).
Kepala Disbud Gunungkidul, Chairul Agus Mantara mengatakan pengembangan kebudayaan di Bumi Handayani harus diarahkan pada kesejahteraan masyarakat.
Mantara menambahkan hilir dari Gambyongan adalah industri kebudayaan. Kata dia, potensi kebudayaan seharusnya dapat bermanfaat secara lebih untuk penguatan ekonomi masyarakat.
Dia menerangkan Disbud Gunungkidul banyak mengangkat potensi kebudayaan dalam pagelaran acara rutin.
Sebagai contoh jajarannya menggelar warisan budaya tidak benda seperti kuliner dan pertunjukan seperti Kethek Ogleng, Wayang Beber, Rinding Gumbeng, dan Tayub.
Selain itu, Gunungkidul juga memiliki produk kebudayaan unggulan yang telah dikreasikan seperti Musik Suara Swarga. Musik ini merupakan kolaborasi alat musik tradisional dan modern.
Lebih jauh, Mantara menambahkan anak muda Gunungkidul sangat antusias dalam mengembangkan kebudayaan sekitar, misalnya Festival Film Gunungkidul. Rumah produksi film di Bumi Handayani banyak terlibat dengan film yang bagus.
Meski begitu, dia tidak menampik masih ada bentuk kebudayaan seperti upacara adat rasul dan sadranan yang masih sangat asli dan sama sekali belum tersentuh kepentingan industri. Maksud dia, belum ada upaya memanfaatkannya sebagai sumber pendongkrak ekonomi.
“Masyarakat kami masih belum meng-entertain dari kegiatan kebudayaan itu. Masih utuh dan tertata dengan narasi yang sangat orisinil. Kalau sudah pakai entertain kan jadi cara menata panggung dan desain upacara adat juga terjadwal maka ada nilai ekonomi yang lebih,” katanya.
Dia juga menegaskan kembali bahwa kebudayaan perlu dilestarikan melalui regulasi, lalu dikembangkan, dan dimanfaatkan. Stabilitas pelestarian ini perlu dijaga melalui kerja sama kolektif termasuk Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka.
“Pramuka salah satu indikator pendidikan yang sangat jelas. Pramuka itu ada tanda kecakapan khusus seperti bisa nembang. Jadi per item kecakapannya,” ucapnya.
Di lain pihak, GKR Mangkubumi yang merupakan Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka, DIY mengatakan gerakan pramuka tidak boleh lepas dari budaya. Menurut dia, pembentukan karakter seseorang tidak mungkin melepaskan dari sisi kesejarahan suatu daerah.
“Kewajiban kita adalah melestarikan sejarah, asal-usul, dan keberlangsungan ke depan. Harus beriringan. Generasi sekarang kan banyak lupa tentang sejarah dan budaya, maka gerakan pramuka perlu selalu mengingatkan kepada mereka,” kata GKR Mangkubumi.
BACA JUGA: Taman Budaya Gunungkidul Disewakan Tahun Depan, Segini Besaran Tarifnya
Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan pelestarian budaya di Gunungkidul semakin mudah karena ada Taman Budaya Gunungkidul.
Sunaryana menambahkan hiburan tingkat nasional dan internasional akan dihadirkan melalui TBG.
Hal tersebut utamanya untuk menguatkan branding pariwisata Gunungkidul. Dukungannya tentu ada dari berbagai kelompok seni dan budaya di Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 2.935 atlet ikuti Gubernur Jateng Cup Taekwondo 2026 di Semarang, jadi ajang pembinaan atlet muda berprestasi.
Penandatanganan itu menandai resminya pembukaan pelayanan keimigrasian di MPP Klaten.
Michael Olise mencetak lima assist di Piala Dunia 2026 dan menyamai rekor legenda dunia. Ia kini hanya berjarak satu assist dari Pele.
Event yang digelar di kawasan wisata Bukit Cinta Watu Prahu, Desa Gununggajah, Kecamatan Bayat itu menjadi momentum penting mengenalkan potensi geowisata.
Yamaha resmi tunjuk Jorge Martín dan Ai Ogura sebagai pebalap tim pabrikan MotoGP 2027-2028. Duet juara dunia dan bakat muda ini siap hadapi era baru.
SDN Kokap Kulonprogo mendapat dana APBN Rp2,1 miliar untuk relokasi sekolah terdampak pergerakan tanah. Bangunan baru ditargetkan siap Oktober 2026.