Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Suasana Teteg Kulon yang jadi satu-satunya akses menuju sisi utara dan selatan Stasiun Wates, Senin (18/12/2023). - Harian Jogja/Triyo Handoko
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pembangunan jembatan penyeberangan orang atau JPO sudah dianggarkan Pemkab Kulonprogo. Anggaran untuk pembangunan JPO tersebut sebesar Rp3 miliar.
Penganggaran dan pembangunan JPO itu dilakukan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Penataan Kawasan (DPUPKP) Kulonprogo. Dimana perencanan dan desainnya dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kulonprogo.
Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DPUPKP Wuriandreza Gigih Muktitama menyebut pihaknya sudah menganggarkan pembangunan JPO di timur Stasiun Wates itu sebesar Rp3 miliar. “Sudah kami anggarkan dan disepakati bersama besarnya Rp3 miliar,” ujarnya.
Pembangunan JPO di timur Stasiun Wates itu, jelas Gigih, dilakukan DPUPKP dengan design yang sudah dibuat Dishub Kulonprogo. “Kami yang hanya membangun sesuai arahan dan design dari Dishub, nanti akan kami koordinasikan lagi karena terakhir menunggu izin Direktorat Jenderal Perkeretaapian,” ungkapnya.
Sementara itu tenaga ahli kebijakan Bidang Lalu Lintas Dishub Kulonprogo, Tukiran menyebut design yang sudah dibuatnya akan menjadikan JPO tersebut sebagai salah satu ikon Kulonprogo. “Designya sudah selesai kami bangun, dalam pembuatannya menag dilakukan agar JPO ini nanti jadi salah satu ikon,” katanya.
BACA JUGA: Tahun Depan, Jembatan Penyeberangan Orang Dibangun di Stasiun Wates
JPO yang juga dijadikan ikon itu, menurut Tukiran, akan menggunakan ornamen geblek renteng yang sudah jadi kekhasan Kulonprogo. “Yang pasti ada geblek renteng ornamennya, ada tulisan Kulonprogo dengan penulisan yang khas, nanti akan ditambahi yang lain juga agar lebih terlihat sebagai ikon,” terangnya.
Selain itu juga akan dipasang videotron sebagai sarana media informasi dan sosilisasi ke masyarakat luas di JPO tersebut. “Rencananya juga ada videotron karena itukan titiknya cukup strategis juga dekat Alun-alun Wates, harapannya bisa meningkatkan informasi, sosilisasi, dan layanan ke masyarakat,” jelasnya.
Secara fisik JPO tersebut, lanjut Tukiran, rencananya memiliki panjang 40 meter dengan tinggi enam meter. “Selain itu semuanya tangga dimana kemiringannya tidak sampai 19 derajat dengan panjang tangga sekitar 15 meter,” rincinya.
Mengenai akses untuk kalangan difabel, menurut Tukiran, belum disediakan akses khusus. “Untuk itu belum direncanakan masih sepenuhnya tangga nanti. Terkait penernagan dijamin seluruhnya ada penerangan yang memadai,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Cara menyimpan daging kurban agar tahan hingga 3 bulan. Hindari kesalahan umum seperti mencuci sebelum disimpan.
Sapi kurban Presiden Prabowo seberat 930 kg disembelih di Masjid Raya Klaten dengan teknik gesper, proses cepat dan minim stres.
Rupiah tembus Rp17.800 per dolar AS, Menkeu pastikan APBN tetap aman dan pemerintah siapkan langkah penguatan.
Prancis pertimbangkan gugatan hukum terhadap Israel usai insiden kekerasan terhadap aktivis flotilla bantuan Gaza.
Kemendikdasmen kucurkan Rp2 miliar bangun SD Muhammadiyah 2 Sorong yang rawan banjir, perkuat pendidikan di wilayah 3T.