Puluhan Seniman Mancanegara Ramaikan Indonesia Pacific Cultural Connect 2026
Kementerian Kebudayaan mendukung IPCC 2026 di Yogyakarta yang melibatkan seniman dari delapan negara untuk memperkuat diplomasi budaya Indonesia.
PJ Wali Kota Jogja, Singgih Raharjo (berkaus warga hijau tosca dengan bagian depan tulisan YK warna merah) dan ratusan pegowes Jogja ikuti Yogowes, start di kantor Dinas Pariwisata Kota Jogja dan finish di Kampung Wisata Kricak, Jumat (22/12/2023). - ist/Dinas Pariwisata Kota Jogja
JOGJA—Dinas Pariwisata Kota Jogja kembali menggelar Yogowes, Jumat (22/12/2023). Kali ini bersama 150 pegowes Jogja, mengambil rute Jelajah Kampung Susur Sungai, yang mempromosikan Kampung Wisata Kricak.
Ketua Tim Kerja Pengelolaan Daya Tarik dan Prasarana Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Jogja, Teguh Setiawan, menjelaskan Yogowes merupakan kegiatan rutin Dinas Pariwisata Kota Jogja untuk mempromosikan berbagai pariwisata di Kota Jogja melalui media gowes. “Yogowes kali ini finish di kampung wisata Kricak,” ujarnya.
Yogowes kali ini mengambil rute Jelajah Kampung Susur Sungai, yakni salah satu rute gowes dalam Menikmati Harmoni Kota Jogja dengan Lima Jalur Sepeda Wisata (Monalisa), di samping Romansa Kota Lawas, Tilik Jeron Benteng, Pesona Kampung dan Taman Pintar-Taman Budaya.
BACA JUGA: Pemda DIY Ingatkan Soal Investasi Raffi Ahmad di Gunungkidul, Harus Perhatikan Lingkungan
Start dari Kantor Dinas Pariwisata Kota Jogja di Kotabaru, Yogowes yang diikuti PJ Walikota Jogja, Singgih Raharjo ini masuk ke kampung Cokrodiningratan, menyusuri pinggir sungai, hingga keluar di jalan Magelang, masuk ke Kampung Wisata Kricak, finish di ruang terbuka hijau Kricak.
Dalam Yogowes kali ini juga diluncurkan signage atau 30 papan penanda di Kampung Wisata Kricak. “Papan penanda itu ada yang berupa penunjuk arah, kemudian papan nama potensi di Kampung Wisata Kricak, papan Sapta Pesona, peta wisata dan sebagainya,” ungkapnya.
Selain itu diresmikan pula potensi wisata baru Kampung Wisata Kricak, yakni river tubing sungai Winongo. Wisata air ini mengajak pengunjung untuk menyusuri sungai Winongo menggunakan ban yang sudah dilengkapi dengan peralatan keamanan seperti helm dan rompi pelampung.
Kampung Wisata Kricak memiliki berbagai potensi yang disuguhkan kepada pengunjung, diantaranya sanggar seni dolanan anak, kelompok tani dan berbagai Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). “Ada produksi kue moci, juga ada paguyuban pembuat jamu Mugilaras,” katanya.
Melalui pemberian signage (papan penanda) tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemudahan pengunjung di Kampung Wisata Kricak. “Diharapkan meningkatkan amenitas kampung wisata, pengunjung bisa mengenali potensinya dengan mudah,” kata dia. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kementerian Kebudayaan mendukung IPCC 2026 di Yogyakarta yang melibatkan seniman dari delapan negara untuk memperkuat diplomasi budaya Indonesia.
Kemenko IPK menyebut groundbreaking Giant Sea Wall berbasis mangrove dilakukan Oktober 2026, sementara infrastruktur keras ditargetkan tahun depan.
KSAD Maruli Simanjuntak menanggapi namanya yang disebut masuk bursa calon Panglima TNI dan menyebut seluruh kepala staf berpeluang menjadi calon.
Pemerintah menargetkan jalan tol bebas truk ODOL mulai 1 Januari 2027 dengan integrasi data dan pengawasan berbasis teknologi.
Ingin mengambil Paket C? Simak syarat dokumen, cara daftar, proses pembelajaran, hingga ketentuan penilaian dan ujian Paket C.
Memasuki usia ke-270, Kota Jogja didorong terus memodernisasi kota dengan tetap berpijak pada budaya, sejarah, lingkungan, transportasi publik, dan kawasan rend