Survei SPPG Bantul Dimulai Akhir September, MBG Dipantau Ketat
Pemkab Bantul menyiapkan survei berkala untuk mengevaluasi SPPG dan pelaksanaan MBG, termasuk jumlah, distribusi, kemasan, dan waktu konsumsi.
Selebritas Raffi Ahmad menunjukkan lokasi Beach Club di perbukitan Pantai Krakal, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Sabtu (16/12/2023). - Instagram @raffinagita1717
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY mewanti-wanti investor yang masuk ke wilayahnya harus paham terkait dengan upaya pelestarian lingkungan dan menjaga keseimbangan alam di tempatnya berinvestasi. Hal ini menanggapi rencana Raffi Ahmad yang akan membangun beach club di pantai Krakal, Desa Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunung Kidul.
Sekda DIY Beny Suharsono mengatakan, sektor perekonomian memang membutuhkan stimulus untuk menggerakkan roda pertumbuhan di wilayah. "Kalau perekonomian tumbuhnya cepat, tentu butuh investasi yang lebih tinggi, lebih besar. Cuma investasi yang kita desain itu investasi yang tidak polutan, karena di sekitar kita banyak situs, cagar budaya, candi dan sebagainya," ungkap Beny Jumat (22/12/2023).
Dia menyebut, investor yang masuk ke wilayah setempat harus berkomitmen memberdayakan masyarakat DIY termasuk menyerap tenaga kerja lokal khususnya masyarakat sekitar. Beny mengaku belum mendapatkan informasi detail terkait dengan rencana Raffi Ahmad yang akan mengembangkan villa dan restoran di kawasan pantai selatan DIY itu.
"Saya kira ini investasi yang baik, tapi saya juga tidak tergambar secara jelas karena memang boleh investasi langsung ke kabupaten dan secara regulasi juga dimungkinkan dan diperbolehkan," ujarnya.
Beny mengakui bahwa kawasan selatan memang butuh kehadiran investor agar perekonomian di daerah itu semakin bangkit. "Di kawasan selatan kan memang butuh tumbuh, butuh banyak investasi mungkin salah satunya hadirnya investor dari luar daerah. Cuma seperti yang saya sudah sampaikan, perlu dijaga keseimbangan lingkungan baik alam dan masyarakat sekitar," pungkasnya.
BACA JUGA: Raffi Ahmad Bangun Beach Club di Pantai Krakal Gunungkidul, Diklaim Terbesar di Indonesia
Sementara Kepala Divisi Kampanye dan Data Informasi Walhi Jogja Elki Setiyo Hadi menyatakan, pembangunan beach club oleh Raffi Ahmad dengan luas 10 hektar tersebut dibangun di atas wilayah Kawasan Bentangan Alam Karst (KBAK) Gunungsewu bagian timur. Dalam Permen No. 17/2012, Kawasan Bentang Alam Karst merupakan kawasan lindung geologi sebagai bagian kawasan lindung nasional.
"Artinya, pemanfaatannya tidak boleh berpotensi merusak kawasan bentang alam karst," katanya.
Menurutnya, sebagai wilayah KBAK Gunungsewu, Desa Kemadang kapanewon Tanjungsari masuk dalam zona perlindungan air tanah. Kawasan pantai Krakal mempunyai sungai bawah tanah dan mata air bawah tanah yang juga merupakan cadangan air bagi warga di sekitarnya. Meskipun mempunyai sungai bawah tanah, kapanewon Tanjungsari merupakan wilayah yang rawan kekeringan.
"Pembangunan resort yang mulai dibangun pada tahun 2024 dan akan selesai pada tahun 2025 semakin memperparah kekeringan di kapanewon Tanjungsari," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul menyiapkan survei berkala untuk mengevaluasi SPPG dan pelaksanaan MBG, termasuk jumlah, distribusi, kemasan, dan waktu konsumsi.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.