SPMB SMP Bantul 2026 Dibuka Juni, Jalur Domisili Diubah
Dikpora Bantul mulai membuka tahapan SPMB SMP 2026 pada Juni mendatang. Jalur domisili wilayah kini bisa memilih tiga sekolah negeri.
Petugas gabungan saat melakukan evakuasi dan pencarian korban kecelakaan lalu lintas di Simpang Empat Jembatan Merah, Jalan Samas, Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Bantul, Rabu (10/12/2025) sore. Dokumentasi Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Seorang pelajar tewas setelah Yamaha Aerox yang dikendarainya bertabrakan dengan Honda Vario di Jalan Samas, Simpang Empat Jembatan Merah, Dusun Ngepet, Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Bantul, Rabu (10/12/2025) sekitar pukul 15.45 WIB..
Kecelakaan terjadi saat Honda Vario yang membawa dua penumpang mencoba menyalip mobil dari sisi kanan. Pada saat bersamaan, Aerox melaju dari timur dan bertemu tepat di persimpangan. Benturan kuat membuat empat orang terpental ke Sungai Winongo Kecil dan situasi di lokasi sempat membuat arus lalu lintas tersendat.
Tim SAR Satlinmas yang tiba di lokasi langsung melakukan penyisiran sungai. Korban terakhir ditemukan pada kedalaman dua meter dalam kondisi meninggal dunia. Tiga korban lain yang turut tercebur dilaporkan kritis dan segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan.
Kepala Seksi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto menjelaskan, kecelakaan melibatkan Honda Vario bernomor polisi K-6956-AZF dan Yamaha Aerox AB-2930-TP. Pengendara Honda Vario diketahui bernama AHS, laki-laki, 27 tahun, warga Nambuhan, Purwodadi, Grobogan. Ia melaju dari arah utara ke selatan dan berboncengan dengan LDA, 26, serta seorang balita.
Sementara pengendara Yamaha Aerox adalah DFR, 18, pelajar asal Panjangrejo, Pundong, Bantul. Ia dilaporkan meninggal dunia. Satu penumpang lain yang belum teridentifikasi dibawa ke rumah sakit dalam kondisi belum sadarkan diri.
Iptu Rita menerangkan, kecelakaan bermula saat Aerox melaju dari arah timur ke barat. Pada saat bersamaan, Honda Vario melaju dari utara ke selatan dan berupaya mendahului mobil melalui sisi kanan. Mobil tersebut sedang memberi jalan kepada kendaraan yang menyeberang dari timur ke barat.
“Karena jarak sudah terlalu dekat, tabrakan tidak terhindarkan,” katanya.
Dalam insiden itu empat korban dilaporkan sempat terpental ke Sungai Winongo Kecil yang berada tak jauh dari lokasi kejadian. Tim SAR gabungan pun diterjunkan untuk mengevakuasi para korban.
Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah IV Bantul, Nugroho menjelaskan, empat korban yang terpental ke sungai itu salah satunya merupakan DFR. Pencarian korban sempat memakan waktu lama sekitar 30 menit dengan kedalaman air dua meter.
“Korban terakhir kami evakuasi dari air dengan kedalaman sekitar dua meter. Kondisinya sudah meninggal dunia. Sementara 3 korban lain yang sempat tercebur kondisinya kritis," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dikpora Bantul mulai membuka tahapan SPMB SMP 2026 pada Juni mendatang. Jalur domisili wilayah kini bisa memilih tiga sekolah negeri.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.
Prediksi Malut United vs Persita di Super League 2026, tuan rumah diunggulkan menang berkat lini depan tajam.
Budi Waljiman menyerahkan bantuan gamelan Suara Madhura untuk SMA Bosa Jogja guna memperkuat pelestarian budaya Jawa di sekolah.
Prabowo tegas minta BPKP tetap periksa pejabat yang diduga menyimpang tanpa melihat kedekatan dengan dirinya.