Edukasi HIV di Keparakan Dorong Deteksi Dini dan Hapus Stigma
Kelurahan Keparakan menggelar penyuluhan HIV untuk mendorong deteksi dini, pencegahan, pengobatan ARV, serta menghapus stigma terhadap ODHIV.
Leptospirosis - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kelurahan Gowongan mengambil langkah proaktif dengan menggelar sosialisasi intensif mengenai bahaya penyakit leptospirosis beserta strategi pencegahannya kepada warga setempat.
Agenda ini difokuskan untuk mendongkrak kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman penyakit zoonosis yang kerap mengintai kawasan permukiman padat, terutama pada titik-titik pengelolaan sampah dan area dengan tingkat kelembapan tinggi.
Lurah Gowongan, Tika Adriatiavita, menegaskan bahwa edukasi ini menjadi instrumen penting bagi para penggerak lingkungan yang bersentuhan langsung dengan limbah domestik.
Mengingat risiko penularan bakteri Leptospira yang sangat cepat melalui media air, pemahaman mengenai sanitasi menjadi harga mati bagi kesehatan publik di wilayah Jetis.
“Leptospirosis merupakan penyakit yang perlu diwaspadai karena penularannya bisa melalui air atau lingkungan yang terkontaminasi urine tikus,” katanya, Kamis (12/3/2026).
Tika berharap melalui forum ini, warga tidak hanya sekadar paham secara teori, namun juga konsisten mengaplikasikan protokol kesehatan dalam aktivitas harian guna memutus mata rantai penyebaran bakteri tersebut.
Langkah preventif yang disosialisasikan meliputi tindakan sederhana namun berdampak besar, seperti rutin membersihkan sudut rumah dan tidak membiarkan barang bekas menumpuk yang bisa menjadi sarang tikus.
Selain tata kelola sampah yang benar, masyarakat sangat diimbau untuk selalu mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti sepatu but dan sarung tangan saat beraktivitas di area yang berisiko terkontaminasi tanah atau air kotor.
“Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat semakin meningkat sehingga lingkungan di Kelurahan Gowongan tetap bersih, sehat, dan terhindar dari penyakit berbasis lingkungan,” tegas Tika.
Senada dengan hal itu, tim medis dari Puskesmas Jetis turut memberikan panduan teknis mengenai deteksi dini gejala awal penyakit agar penanganan medis bisa dilakukan secepat mungkin.
Petugas Puskesmas Jetis, dr. Mohammad Izza Naufal Fikri, memaparkan secara rinci mengenai siklus penularan yang sering kali tidak disadari oleh masyarakat urban.
Ia menekankan bahwa penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah benteng pertahanan utama dalam menghadapi berbagai ancaman penyakit menular berbasis lingkungan.
“Diharapkan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat guna mencegah penyebaran penyakit,” tuturnya di hadapan para peserta.
Kegiatan ini pun mendapat respons positif dan dihadiri oleh berbagai elemen penggerak swadaya masyarakat yang memiliki peran vital dalam menjaga ekosistem wilayah.
Sejumlah unsur yang terlibat aktif dalam sosialisasi ini antara lain Pinituwa Tuwanggana, Forum Bank Sampah, hingga para transporter sampah yang setiap hari bergelut dengan limbah.
Kehadiran kelompok inovatif seperti Jumilah serta anggota Papa Mama Maggot Gowongan (PAMAGO) semakin memperkuat komitmen kelurahan dalam menciptakan lingkungan yang higienis serta bebas dari ancaman kuman patogen yang dibawa oleh tikus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelurahan Keparakan menggelar penyuluhan HIV untuk mendorong deteksi dini, pencegahan, pengobatan ARV, serta menghapus stigma terhadap ODHIV.
Tragedi kemenangan Meksiko di Piala Dunia 2026: 4 suporter tewas dalam perayaan massal di Mexico City akibat sesak napas dan epilepsi. Presiden sampaikan belasu
Citilink membuka lima rute baru mulai Juli 2026, termasuk YIA-Batam, YIA-Balikpapan, dan Makassar-YIA untuk memperkuat konektivitas Jogja.
Jadwal F1 GP Inggris 2026 di Silverstone. George Russell memangkas jarak dari Andrea Kimi Antonelli dalam persaingan gelar juara dunia.
Taylor Swift dan Travis Kelce dikabarkan menggelar pesta pernikahan besar di Madison Square Garden yang disebut lebih meriah dari Met Gala.
Cak Imin mengajak generasi muda kembali ke desa membangun pertanian demi memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis inovasi.