Suluh Sumurup Art Festival 2026 Tegaskan Eksistensi Seniman Disabilitas Lewat Karya
Suluh Sumurup Art Festival 2026 memasuki tahun keempat dengan tema Maneges, menegaskan eksistensi seniman disabilitas melalui karya dan ruang berkesenian
Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Yogyakarta adakan khitan (sunat) masal untuk anak yatim dan dhuafa, pada Senin (25/12/2023). Ist
JOGJA—Untuk memanfaatkan momentum libur sekolah, Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Yogyakarta adakan khitan (sunat) masal untuk anak yatim dan dhuafa, pada Senin (25/12/2023).
Khitan adalah salah satu bagian dari syariat agama dan wajib hukumnya bagi anak laki-laki. Dari pandangan agama, fungsi dari khitan adalah mempermudah dan mempercepat proses pembersihan fisik sebagai salah satu syariat sahnya ibadah. Secara medis, khitan mempunyai faedah yang sangat penting, yakni untuk membuang bagian anggota tubuh yang menjadi persembunyian kotoran, virus, bakteri, dan lainnya yang dapat membahayakan kesehatan.
BACA JUGA: Hari Ini, Ketua Nonaktif KPK Firli Bahuri Kembali Diperiksa Penyidik
Kegiatan tersebut dilaksanakan di kompleks Pesantren Hidayatullah yang beralamat di Donoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta.
Syai’in Kodir, selaku ketua pantitia khitan berkah nusantara mengatakan, setiap anak mendapat paket berupa sarung, kaos, peci, makan siang, snack, uang saku serta sertifikat.
“Sunatan atau khitan itu sehat dan menjadi program rutin kami. Program ini gratis atau tidak dipungut biaya, kami juga sediakan bingkisan untuk para peserta. Sebelum proses khitan dimulai, untuk menghibur anak-anak, kami adakan dongeng yang dibawakan oleh Kak Rubiyar,” kata dia.
"Dalam program ini kami bekerja sama dengan tim medis profesional dari RS Nur Hidayah Bantul yang sudah berpengalaman puluhan tahun. Alhamdulillah acara bisa terlaksana dengan lancar dan sukses,” imbuhnya.
Dalam program khitan berkah nusantara yang di jalankan oleh BMH tersebut, masyarakat sangat antusias untuk mengikuti menyunatkan anaknya. Menurutnya, ada banyak pedaftar yang terpaksa tidak bisa mengikutinya karena dibatasiuntuk 50 peserta.
Sementara itu, Makruf Arifin orang tua dari peserta khitan yang bernama Furqon Asy’ari (11) mengatakan, dirinya merasa terbantu dengan adanya program yang dijalankan oleh BMH.
"Alhamdulillah kami bersyukur dan terima kasih kepada BMH Yogyakarta yang telah membantu kami dalam mengkhitan anak saya. Semoga program seperti ini terus dijalankan oleh BMH sehingga banyak masyarakat yang terbantu. Kami doakan semoga BMH semakin sukses dan bermanfaat,” ungkap Makruf. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Suluh Sumurup Art Festival 2026 memasuki tahun keempat dengan tema Maneges, menegaskan eksistensi seniman disabilitas melalui karya dan ruang berkesenian
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Jadwal PSIM Jogja vs Persija pada 10 Oktober 2026 dimajukan ke pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung karena pertimbangan keamanan.
SPP-TDLN mulai memungut PPN transaksi digital luar negeri sejak 25 September 2026 dengan melibatkan perbankan dan fintech.