Jepang hingga China, Ini Negara Pembeli Gas Indonesia
Jepang, China, Singapura, dan Korea Selatan menjadi tujuan utama ekspor gas Indonesia pada 2025. Simak volume dan pangsa ekspornya.
Abdul Halim Muslih/Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Pada tahun depan, Pemkab Bantul memastikan akan tetap fokus pada pembangunan infrastruktur perdesaan/kalurahan. Pasalnya, pembangunan infrastruktur perdesaan ini akan mendorong percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di tingkat kalurahan.
Hal ini diungkapkan oleh Bupati Bantul Abdul Halim Muslih kepada Harianjogja.com di ruang kerjanya, Jumat (29/12/2023). Halim menyebut pembangunan prasarana dan infrastruktur perdesaan menjadi hal mutlak demi peningkatan kesejahteraan masyarakat di kalurahan.
"Pada 2024, kami masih melanjutkan pembangunan infrastruktur perdesaan. Karena kami ingin kalurahan tumbuh, seiring dengan kinerja pemerintahan kalurahan yang semakin baik. Ini akan melengkapi pertumbuhan ekonomi kalurahan. Pemerintahan kalurahannya semakin akuntabel, kami sempurnakan infrastrukturnya," kata Halim.
Diharapkan dengan pembangunan tersebut, tidak hanya masyarakat, Pemkab Bantul juga bisa mendorong peningkatan perekonomian masyarakat. "Tetapi karena pada 2024 ada pesta demokrasi, ada pembiayaan pesta demokrasi cukup besar. Sehingga anggaran untuk infrastruktur harus berbagi dengan kspentingan pesta demokrasi. Karena semua kan harus dibiayai," jelas Halim.
Adapun soal pembangunan di 2023, menurut Halim tak ada kendala berarti. Kendala utama lebih kepada keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh Pemkab Bantul, terlebih ada kewajiban dari Pemkab Bantul terkait 33 urusan otonomi daerah. "Semua harus diurus, baik pendidikan, sosial, kesehatan, KUKMPP, ketemtraman dan ketertinan juga dibiayai," jelas Halim.
Pada 2024, Halim menyatakan, infrastruktur utamanya pedesaan akan terus jadi prioritas dari Pemkab Bantul. Karena Bantul saat ini dinilai semakin terbuka dan aksesible. Di mana, infrastruktur yang baik akan membuka perekonomian masyarakat. "Akan ada transaksi ekomomi. itulah yang jadi tujuan kita membangun infrastruktur pedesaan.Agar volume investasi makin besar yang berujung penurunan angka penganguran dan kemiskinan," ucap Halim.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Bantul, Fenty Yusdayati menambahkan, ada banyak pekerjaan rumah di 2023, utamanya dalam pembangunan jalan desa. Selain itu juga banyak gedung sekolah yang belum terbangun karena keterbatasan anggaran dari Pemkab Bantul.
"Pada 2024 akan banyak ke infrastruktur perdesaan, jalan dan pembangunan gedung sekolah. Selain itu juga akan fokus peningkatan SDM. Kami akan optimalkan kemampuan anggaran kami nanti," ucap Fenty.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jepang, China, Singapura, dan Korea Selatan menjadi tujuan utama ekspor gas Indonesia pada 2025. Simak volume dan pangsa ekspornya.
Prakiraan cuaca DIY Rabu 28 Oktober 2026, Kulon Progo hingga Gunungkidul berpotensi hujan ringan, sedangkan Sleman dan Jogja berpeluang hujan petir.
Cek jadwal KSPN Malioboro ke Obelix Sea View dan Pantai Drini pada 28 Oktober 2026, lengkap dengan tarif dan jadwal pulang.
Cek jadwal perpanjangan SIM Sleman Rabu, 28 Oktober 2026, di MPP dan Satpas, lengkap dengan jadwal SIMMADE, SIM Keliling, serta syaratnya.
Cek jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Rabu, 28 Oktober 2026. Ada enam keberangkatan tiap arah dengan tarif Rp12.000.
Cek jadwal DAMRI dari Bandara YIA ke Jogja dan Sleman, lengkap dengan jam keberangkatan, lima pilihan tujuan, dan tarif Rp80.000.