Terapkan Kurikukum OBE, MTI UII Kedepankan Masukan Alumni dan Industri

Sunartono
Sunartono Rabu, 04 Oktober 2023 07:07 WIB
Terapkan Kurikukum OBE, MTI UII Kedepankan Masukan Alumni dan Industri

Pimpinan MTI UII berfoto bersama dengan mahasiswa. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Magister Teknik Industri Universitas Islam Indonesia ( MTI UII) menerapkan  kurikulum OBE (Outcome-Based Education) untuk meningkatkan kompetensi para mahasiswanya. Masukan dari industri dan alumni serta stakeholder terkait menjadi hal penting untuk dipertimbangkan dalam memperbarui kurikulum.

Ketua Prodi MTI UII Winda Nur Cahyo menjelaskan sebanyak 11 lulusan yang baru saja diwisuda telah menerapkan pengalaman mereka belajar dengan kurikulum OBE. Kurikulum OBE merupakan sistem pendidikan menekankan pada apa bisa dilakukan mahasiswa dengan baik di akhir pengalaman belajar mereka. Kurikulum dirancang agar mahasiswa dapat mencapai kemampuan tersebut.

“Kurikulum OBE ini didesain sesuai dengan profil Lulusan dan capaian pembelajaran lulusan. Kurikulum tersebut dibangun melalui diskusi dengan stakeholder internal dan eksternal, di antaranya, industri, lulusan, dosen dan alumni,” kata Winda usai melepas lulusan MTI UII.

Adapun sejumlah lulusan tersebut antara lainMuhammad Daffa Ulil Abshar Chan, Dimas Rahutomo Aniya Maulani, Harlinda Rasvi Nabela, Gisya Amanda YudhistiraRian Fernandi, Indrawan Wicaksono, Muhammad Arul Zaini, Nur Rochman Wibisono dan Muhamad Nugraha, Zatrian Perdana.

Ia mengatakan kurikulum OBE dijalankan dengan meminta masukan dari industri, alumni, dan eksternal yang kemudian dirangkum menjadi profil lulusan dan capaian pembelajaran lulusan. “Capain pembelajaran lulusan ini kemudian kita desain yang merupakan janji kami kepada stakeholder. Kami kan ada sejumlah janji ketika belajar di MTI maka mahasiswa dapat beberapa kompetensi, kurikulum ini menyesuaikan dengan capaian itu," ujarnya.

Revisi kurikulum terus dilakukan minimal empat tahun sekali dengan melihat perkembangan situasi dan kondisi. Adapun capaian pembelajaran mata kuliah bisa diubah setiap semester dengan menyesuaikan situasi yang relevan. Salah satunya dengan meminta masukan dari alumni melalui tracer study terkait ilmu yang perlu ditambah dengan menyesuaikan kebutuhan industri.

 “Jadi kalau misalnya semester depan sudah tidak relevan ya diubah, misalnya ada masukan kuliah kok banyak teorinya ya kami ubah, proses pembelajaran ini diubah,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online