Jumlah Warga Lansia Kota Jogja 16%, Aktivitas dan Kesehatan Jadi Perhatian
Jumlah lansia di Kota Jogja mencapai sekitar 16% pada Juli 2026. DPRD mendorong lansia tetap aktif, sehat, dan rutin bersosialisasi.
Ilustrasi leptospirosis./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL–Kepala Dinkes Bantul, Agus Tri Widiyantara menyampaikan jumlah kasus leptospirosis tahun 2023 lebih tinggi daripada tahun 2022. Dinas Kesehatan (Dineks) Bantul mengimbau agar masyarakat mewaspadai penularannya.
“Penyakit leptospirosis tahun 2023 kasus ini cukup banyak kita jumpai. Penyakit yang disebabkan oleh kuman yang disebabkan oleh air kencing tikus,” ujarnya Kamis (11/1/2024).
Berdasarkan data Dinkes Bantul tahun 2023 ada 168 kasus leptospirosis dengan 11 orang diantaranya meninggal dunia. Sementara jumlah kasus leptospirosis tahun 2022 ada 137 kasus, dengan 4 orang diantaranya meninggal dunia.
Agus mengimbau masyarakat mewaspadai penyebaran penyakit tersebut.
“Masyarakat harus waspada terhadap genangan air, di tempat yang berpotensi menjadi sarang tikus. Masyarakat [dapat] menggunakan alas kaki, agar tidak terkena kuman leptospira,” imbuhnya.
Beberapa gejala penyakit tersebut yang perlu diwaspadai masyarakat antara lain demam, mual, sakit kepala, diare, mata merah, dan nyeri otot. Dia pun meminta masyarakat yang mengalami gejala tersebut agar dapat memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat.
“Kalau ada gejala seperti itu bisa segera ke fasyankes terdekat, segera diperiksa, dipastikan sakitnya apa,” katanya.
BACA JUGA: Kasus Leptospirosis Bantul Melonjak Lebih Tinggi dari Tahun Lalu
BACA JUGA: Selama 2022, Empat Warga Bantul Meninggal karena Leptospirosis
Menurutnya apabila penyakit tersebut ditemukan pada fase awal dengan gejala yang masih ringan maka upaya pengobatan penyakit tersebut lebih mudah untuk dilakukan.
“Kalau ditemukan pada fase awal lebih mudah untuk disembuhkan, jangan sampai ke fasyankes dalam kondisi berat, penurunan kesadaran dan sebagainya atau ada kesulitan buang air kecil yang sudah berat, berarti kan sudah ada gangguan sampai ke ginjalnya,” katanya.
Dia pun berharap agar masyarakat segera memeriksakan diri sebelum mengalami gejala berat. Karena menurutnya beberapa penderita penyakit tersebut yang meninggal disebabkan karena terlambat mendapatkan akses ke fasyankes.
Dinkes Bantul pun telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat di tiap kapanewon untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit tersebut. Dia berharap kepedulian masyarakat mengenai penyebaran penyakit tersebut semakin meningkat, sehingga penularan penyakit tersebut dapat ditekan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumlah lansia di Kota Jogja mencapai sekitar 16% pada Juli 2026. DPRD mendorong lansia tetap aktif, sehat, dan rutin bersosialisasi.
Apple menghadapi ganti rugi US$5,7 miliar atau sekitar Rp102,6 triliun setelah juri AS menyatakan Taptic Engine melanggar dua paten.
Bau bensin masuk kabin mobil jangan diabaikan. Kenali 10 penyebabnya, dari tutup tangki hingga kebocoran fuel pump.
Riset McKinsey memproyeksikan 41 juta permintaan pekerjaan hingga 2035, meski otomatisasi dapat menekan 36 juta posisi di AS.
V BTS resmi menjadi Global Brand Ambassador Nothing. Ia membintangi kampanye Headphone (1) Pro yang hadir dengan triple-driver dan ANC.
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mempertahankan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) untuk simpanan rupiah dan valuta asing (valas) di perbankan