Ingatkan Seluruh Wilayah Sleman Berpotensi Terjadi Bencana Angin Kencang, BPBD: Tingkatkan Kewaspadaan!

Newswire
Newswire Jum'at, 12 Januari 2024 13:27 WIB
Ingatkan Seluruh Wilayah Sleman Berpotensi Terjadi Bencana Angin Kencang, BPBD: Tingkatkan Kewaspadaan!

Ilustrasi angin kencang./JIBI

Harianjogja.com, SLEMAN—Seluruh kapanewon di Kabupaten Sleman berpotensi terjadi bencana angin kencang dan bencana hidrometeorologi lainnya pada musim hujan saat ini. Karena itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengingatkan masyarakat waspada.

"Bencana hidrometeorologi berpotensi terjadi di seluruh kapanewon di Sleman, terutama wilayah yang sebelumnya pernah terjadi bencana angin kencang," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman Makwan di Sleman, Jumat.

Menurut dia, dengan kondisi tersebut Pemerintah Kabupaten Sleman telah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi untuk seluruh wilayah di daerah itu.

"Status siaga darurat ini diberlakukan sejak 1 Desember 2023 hingga akhir Februari 2024," katanya.

Ia mengatakan sebagai langkah antisipasi, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mewaspadai setiap tanda-tanda cuaca

"Masyarakat juga dapat melakukan mitigasi guna meminimalisasi dampak yang ditimbulkan seperti memangkas batang pohon di sekitar yang dinilai rawan tumbang," katanya.

BACA JUGA: BPBD Mengajak Masyarakat Sleman Menabung Air Hujan

Makwan mengatakan selain itu juga perlu melakukan pemeriksaan terhadap konstruksi atap rumah, apakah ada paku-paku yang lepas atau kayu yang rapuh, sehingga cukup rawan jika diterpa angin kencang.

"Kemudian, atap yang terbuat dari seng atau galvalum juga perlu dicek lagi kekuatannya," katanya.

Ia mengatakan untuk potensi terjadinya banjir, longsor dan genangan air saat hujan deras, masyarakat juga diimbau untuk lebih peduli dengan lingkungan sekitarnya untuk memastikan kondisi saluran air, aliran sungai maupun kontur tanah cukup aman.

"Selain itu, jika terjadi hujan deras dengan durasi yang cukup lama di puncak Gunung Merapi juga berpotensi menimbulkan banjir lahar hujan, untuk itu masyarakat juga harus waspada agar tidak melakukan aktivitas di aliran sungai berhulu Gunung Merapi, termasuk aktivitas pariwisata," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online