Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Tugu Selamat Datang Gunungkidul. - ist
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul memutuskan memperpanjang status siaga darurat bencana hidrometeorologi hingga akhir April 2026. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di penghujung musim hujan.
Perpanjangan status tersebut didasarkan pada prakiraan cuaca dari BMKG dan Pemerintah Daerah DIY yang menunjukkan bahwa kondisi cuaca belum sepenuhnya stabil. Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, menyebutkan bahwa status siaga sebelumnya telah berakhir pada 31 Maret 2026.
Namun, setelah dilakukan kajian lanjutan, BPBD memutuskan untuk memperpanjang status siaga selama satu bulan hingga 30 April 2026.
“Kita perpanjang selama satu bulan hingga 30 April mendatang,” kata Purwono, Senin (13/4/2026).
Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana, khususnya di masa transisi menuju musim kemarau. Berdasarkan prakiraan BMKG, wilayah Gunungkidul diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada dasarian ketiga April.
Dengan status siaga darurat yang diperpanjang, BPBD berharap kesiapsiagaan dapat ditingkatkan, termasuk optimalisasi langkah mitigasi dan penanganan bencana. Selain itu, personel tim reaksi cepat juga telah disiapkan untuk merespons kejadian darurat di lapangan.
“Sebagai bentuk kesiapsiagaan, personel BPBD sudah disiapkan untuk diterjunkan pada saat terjadi musibah yang dapat terjadi kapan saja,” ujarnya.
BPBD Gunungkidul juga telah melakukan pemetaan wilayah rawan bencana. Untuk potensi banjir, wilayah yang perlu diwaspadai berada di sepanjang aliran Kali Oya dan sejumlah titik di Kapanewon Girisubo.
Sementara itu, potensi tanah longsor mendominasi kawasan utara Gunungkidul, meliputi Kapanewon Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Semin, dan Ponjong. Adapun potensi angin kencang diperkirakan dapat terjadi di hampir seluruh wilayah Gunungkidul.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta, menambahkan bahwa perpanjangan status ini juga menjadi respons terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung.
Ia mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan saluran air guna mengurangi risiko banjir, serta memangkas pohon yang sudah terlalu rindang untuk menghindari dampak angin kencang. Selain itu, masyarakat diminta rutin memantau informasi cuaca terkini sebagai langkah antisipasi.
“Yang tak kalah penting adalah terus memperbarui info cuaca terkini dari BMKG sebagai acuan. Tetap berhati-hati dan waspada agar dampak dari terjadinya bencana bisa ditekan sekecil mungkin,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Mengisi daya HP pakai kabel USB ternyata tak boleh sembarangan. Hindari 5 kesalahan ini agar baterai awet dan proses charging cepat! Cas HP yang benar di sini.
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak naik pada Rabu 12 Agustus 2026. Emas Antam 1 gram naik menjadi Rp2,819 juta, sementara UBS Rp2,741 juta
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.
Perpanjang SIM A dan C di Kulonprogo lebih mudah melalui SIM Keliling. Jadwal lengkap dan lokasi Harian Jogja.