Kasus Ternak Mati Bertambah, Kompensasi Jadi Cara Tekan Brandu
Laporan ternak mati di Gunungkidul meningkat. Kompensasi jadi cara cegah praktik brandu dan penyebaran antraks.
Tugu Selamat Datang Gunungkidul. - ist
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul memutuskan memperpanjang status siaga darurat bencana hidrometeorologi hingga akhir April 2026. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di penghujung musim hujan.
Perpanjangan status tersebut didasarkan pada prakiraan cuaca dari BMKG dan Pemerintah Daerah DIY yang menunjukkan bahwa kondisi cuaca belum sepenuhnya stabil. Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, menyebutkan bahwa status siaga sebelumnya telah berakhir pada 31 Maret 2026.
Namun, setelah dilakukan kajian lanjutan, BPBD memutuskan untuk memperpanjang status siaga selama satu bulan hingga 30 April 2026.
“Kita perpanjang selama satu bulan hingga 30 April mendatang,” kata Purwono, Senin (13/4/2026).
Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana, khususnya di masa transisi menuju musim kemarau. Berdasarkan prakiraan BMKG, wilayah Gunungkidul diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada dasarian ketiga April.
Dengan status siaga darurat yang diperpanjang, BPBD berharap kesiapsiagaan dapat ditingkatkan, termasuk optimalisasi langkah mitigasi dan penanganan bencana. Selain itu, personel tim reaksi cepat juga telah disiapkan untuk merespons kejadian darurat di lapangan.
“Sebagai bentuk kesiapsiagaan, personel BPBD sudah disiapkan untuk diterjunkan pada saat terjadi musibah yang dapat terjadi kapan saja,” ujarnya.
BPBD Gunungkidul juga telah melakukan pemetaan wilayah rawan bencana. Untuk potensi banjir, wilayah yang perlu diwaspadai berada di sepanjang aliran Kali Oya dan sejumlah titik di Kapanewon Girisubo.
Sementara itu, potensi tanah longsor mendominasi kawasan utara Gunungkidul, meliputi Kapanewon Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Semin, dan Ponjong. Adapun potensi angin kencang diperkirakan dapat terjadi di hampir seluruh wilayah Gunungkidul.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta, menambahkan bahwa perpanjangan status ini juga menjadi respons terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung.
Ia mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan saluran air guna mengurangi risiko banjir, serta memangkas pohon yang sudah terlalu rindang untuk menghindari dampak angin kencang. Selain itu, masyarakat diminta rutin memantau informasi cuaca terkini sebagai langkah antisipasi.
“Yang tak kalah penting adalah terus memperbarui info cuaca terkini dari BMKG sebagai acuan. Tetap berhati-hati dan waspada agar dampak dari terjadinya bencana bisa ditekan sekecil mungkin,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Laporan ternak mati di Gunungkidul meningkat. Kompensasi jadi cara cegah praktik brandu dan penyebaran antraks.
Prabowo menargetkan 30 ribu Kopdes Merah Putih beroperasi pada Juli 2026 untuk memperkuat ekonomi desa di seluruh Indonesia.
Prabowo siapkan satgas deregulasi untuk memangkas izin usaha yang dinilai terlalu lama demi memperkuat investasi di Indonesia.
BKPM menilai surat Kadin China di Indonesia sebagai masukan positif terkait tantangan iklim investasi dan hilirisasi di Indonesia.
Polisi memastikan kasus yang dikira klitih di Pengasih Kulonprogo ternyata duel remaja akibat masalah pribadi yang diduga terkait asmara.
Presiden Prabowo menyebut masih ada ribuan triliun kekayaan negara yang harus diselamatkan dari praktik pencurian aset nasional.