Pria Bantul Bobol Ponsel Tetangga, Modus WhatsApp Palsu Raup Rp20 Juta
Pria di Bantul ditangkap setelah mencuri ponsel tetangga dan memakai WhatsApp korban untuk menipu rekan hingga meraup Rp20 juta.
Ilustrasi talut jebol.dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Warga Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri, kembali mendesak pemerintah segera memperbaiki talut Sungai Celeng yang jebol sejak akhir 2025. Kerusakan tersebut dinilai mengancam permukiman karena membuka peluang banjir masuk ke rumah warga saat debit sungai meningkat.
Lurah Wukirsari, Susilo Hapsoro, menjelaskan talut di sisi timur Sungai Celeng itu terdampak banjir dan longsor pada penghujung tahun lalu. Lokasinya berada di utara Polsek Imogiri dan merupakan satu rangkaian dengan talut lain yang sebelumnya sudah diperbaiki pemerintah.
“Talut dekat Polsek Imogiri sudah ditangani tahun lalu. Tetapi di bagian utaranya masih ada yang jebol dan sampai sekarang belum tersentuh penanganan,” ujarnya, Kamis (8/1/2026).
Susilo menyebut panjang kerusakan mencapai sekitar 30 meter, dengan tinggi talut 3–4 meter. Jika hujan deras turun dan debit sungai naik, air bisa langsung meluap ke area permukiman.
“Kalau kondisi hujan ekstrem, air bisa masuk ke rumah warga. Itu yang paling kami khawatirkan,” katanya.
Ia menuturkan hingga kini belum ada penanganan darurat karena struktur talut cukup tinggi dan membutuhkan pengerjaan khusus. Pihak kalurahan bersama warga sudah melayangkan surat kepada instansi terkait agar dilakukan survei lapangan dan penanganan segera.
“Kami sudah bersurat ke Komisi C DPRD DIY, ditembuskan ke DPUP-ESDM dan BBWS Serayu Opak. Harapannya bisa segera ditindaklanjuti. DPRD DIY kemarin juga sudah meninjau langsung,” jelasnya.
Wakil Ketua Komisi C DPRD DIY, Amir Syarifudin, mengakui kondisi Sungai Celeng memerlukan perhatian khusus karena karakter alirannya tidak stabil. Menurutnya, kerusakan talut berdampak langsung pada keselamatan warga dan fasilitas umum di sekitarnya.
“Ini penting untuk segera ditangani karena menyangkut kebencanaan dan keselamatan warga,” ujar Amir.
Berdasarkan informasi awal, talut yang perlu direhabilitasi diperkirakan mencapai sekitar 50 meter dengan ketinggian yang masih membutuhkan kajian teknis lanjutan. Selain melindungi warga, lokasi tersebut juga berada di kawasan strategis dekat kompleks Makam Raja-raja Imogiri.
“Komisi C akan berkoordinasi dengan DPUP-ESDM DIY dan BBWSSO untuk evaluasi dan menentukan langkah yang paling tepat,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pria di Bantul ditangkap setelah mencuri ponsel tetangga dan memakai WhatsApp korban untuk menipu rekan hingga meraup Rp20 juta.
Astra Motor Yogyakarta menggelar Safety Riding Competition Regional dengan 75 peserta untuk mencari wakil DIY menuju kompetisi nasional.
Kanada lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Afrika Selatan 1-0 berkat gol Stephen Eustaquio pada injury time.
Jadwal SIM Keliling Jogja hari ini, Senin 29 Juni 2026, melayani perpanjangan SIM A dan SIM C di Kantor PJR Prambanan mulai pukul 08.30 WIB.
Satpol PP Bantul menindak tiga pelanggar perda reklame melalui sidang tipiring sebagai upaya memperkuat ketertiban ruang publik dan kepastian hukum.
DPAD DIY mempercepat digitalisasi arsip sejarah, mulai dokumen, kaset, VHS hingga piringan hitam agar tetap lestari dan mudah diakses.