Cakupan UHC Bantul Turun Jadi 98,67 Persen, Dinkes Pastikan Masih Aman
Cakupan UHC Bantul turun tipis menjadi 98,67 persen pada Juli 2026. Dinkes memastikan angka tersebut masih di atas target minimal 98 persen dengan dukungan angg
Sejumlah karya yang menyoroti persoalan sosial ditampilkan dalam pameran bertajuk Narrating Humanity: Kesadaran Sosial dan Kreativitas Seni Media Rekam di Era Artificial Intelligence, Senin (22/6/2026). /Harian Jogja-Yosef Leon.
Harianjogja.com, JOGJA—Potret kehidupan masyarakat kecil, mulai dari pemulung yang tertidur di emperan toko hingga wajah kawasan kumuh perkotaan, menjadi bagian dari Pameran dan Penayangan Karya Seni Media Rekam bertajuk Narrating Humanity: Kesadaran Sosial dan Kreativitas Seni Media Rekam di Era Artificial Intelligence yang digelar di Galeri Pandeng pada 22–26 Juni 2026.
Pameran ini menghadirkan puluhan karya dari berbagai program studi di Fakultas Seni Media Rekam (FSMR) Institut Seni Indonesia Yogyakarta, yang terdiri atas 18 karya Program Studi Film dan Televisi, 88 karya Fotografi, tujuh karya Produksi Film dan Televisi, serta 38 karya Animasi.
Kurator pameran, Troy, menjelaskan bahwa karya-karya yang dipamerkan tidak semata menonjolkan aspek estetika visual, tetapi juga berfungsi sebagai medium untuk merekam pengalaman manusia dalam berbagai konteks sosial, budaya, hingga perubahan lingkungan.
“Karya-karya yang dipilih merekam dinamika masyarakat, relasi sosial, identitas budaya, perubahan lingkungan, dan beragam cara manusia beradaptasi dengan teknologi,” ujarnya, Senin (22/6/2026).
Sejumlah karya juga menyoroti kelompok rentan melalui medium animasi, seperti Daily Death dan Nusantara Harvest Tap yang merefleksikan kebijakan negara serta perjuangan ekonomi masyarakat kecil.
Sementara itu, karya Through the Garden mengajak pengunjung melihat dunia dari perspektif makhluk rentan di tengah kerusakan ekosistem yang terus terjadi.
Karya lain berjudul Fotomene menyoroti persoalan penyebaran citra tanpa persetujuan yang semakin marak di ruang digital, sekaligus menjadi pengingat pentingnya etika dalam penggunaan teknologi.
Dekan FSMR ISI Jogja, Edial Rusli, mengatakan tema Narrating Humanity dipilih sebagai respons atas pesatnya perkembangan kecerdasan buatan yang kini turut memengaruhi proses kreatif di dunia seni.
Menurutnya, teknologi tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman, melainkan tantangan yang dapat mendorong lahirnya kreativitas baru tanpa meninggalkan nilai dasar artistik manusia.
“Kita tidak hanya bicara Artificial Intelligence, tetapi juga Artistic Intelligence. Semua teknologi harus dipelajari dan dimanfaatkan sebagai alat untuk mempercepat proses kreatif tanpa meninggalkan pondasi artistik yang dimiliki manusia,” katanya.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi yang semakin cepat justru menegaskan pentingnya menjadikan manusia sebagai pusat dalam proses berkesenian, sehingga seni tetap berfungsi sebagai sarana membaca realitas sosial sekaligus menumbuhkan empati di tengah perubahan zaman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cakupan UHC Bantul turun tipis menjadi 98,67 persen pada Juli 2026. Dinkes memastikan angka tersebut masih di atas target minimal 98 persen dengan dukungan angg
13 cara menghemat baterai iPhone di iOS 26, mulai dari cek penggunaan baterai, kurangi kecerahan, hingga aktifkan Adaptive Power. Optimalkan daya tahan baterai
RM BTS menjadi perbincangan setelah mengubah lirik lagu MIC Drop saat konser di Foxborough. Aksi tersebut memicu spekulasi ARMY bahwa BTS sedang menyindir Gramm
Timnas Indonesia masih bermain imbang 0-0 melawan Singapura pada babak pertama laga penentuan Grup A Piala AFF 2026. Mitchell Baker dan Thom Haye gagal memanfaa
Penurunan kapasitas fiskal pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan 2026 Kabupaten Kulonprogo menjadi perhatian serius DPRD. Pemkab tidak boleh men
Peritel global mulai mengoptimalkan situs agar mudah ditemukan ChatGPT dan Gemini. Trafik dari AI melonjak, tetapi perusahaan tetap berupaya mempertahankan data