Korban Dugaan Perundungan SMAN 2 Bantul Dapat Pendampingan Psikologis
Kasus dugaan perundungan di SMA Negeri 2 Bantul memasuki tahap pendampingan korban. DPRD dan LSM mendorong evaluasi sistem pendidikan.
Ilustrasi bencana longsor./Istimewa-BPBD Sleman
Harianjogja.com, BANTUL— Pemerintah Kabupaten Bantul menetapkan sedikitnya 14 titik terdampak bencana hidrometeorologi sebagai prioritas penanganan setelah cuaca ekstrem melanda wilayah tersebut pada akhir Desember 2025.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mencatat kerusakan terjadi akibat peristiwa pada 26–27 Desember 2025 yang berdampak pada sejumlah infrastruktur vital masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amrudin, mengatakan seluruh titik yang terdata menjadi tanggung jawab pemerintah daerah untuk segera dilakukan pembenahan.
“Update terakhir menunjukkan ada 14 lokasi terdampak bencana hidrometeorologi pada 26 dan 27 Desember 2025 yang masuk prioritas penanganan Pemkab Bantul,” ujarnya, Kamis (5/2).
Kerusakan infrastruktur tersebar di berbagai kapanewon. Di Imogiri, BPBD mencatat jalan longsor di kawasan Lemah Rubuh, talud longsor di Jalan Siluk, serta jalan ambles di Kedung Jati dan Sompok.
Sementara itu, jembatan di Donotirto, Kapanewon Kretek dilaporkan ambrol, dan talud penahan tanah di wilayah Srigading, Sanden juga mengalami kerusakan cukup parah.
Mujahid menyampaikan pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mempercepat proses perbaikan. Infrastruktur yang terdampak dinilai memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.
“Pembahasan penanganan sudah dilakukan di Tim Anggaran Pemerintah Daerah. Tinggal menunggu waktu pelaksanaan pembenahan,” katanya.
Untuk seluruh proses pemulihan, Pemkab Bantul memperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp2,4 miliar. Dana tersebut direncanakan diambil dari pos belanja tak terduga (BTT) APBD Bantul tahun 2026.
Angka itu mengalami peningkatan dibanding estimasi awal sebesar Rp2,3 miliar. Kenaikan anggaran disebabkan adanya tambahan lokasi kerusakan yang baru teridentifikasi.
Salah satu titik terbaru yang masuk dalam daftar dampak bencana yakni Bendung Widodo di wilayah Pajangan. Kerusakan bangunan bendung baru diketahui beberapa hari setelah kejadian.
“Sekitar tiga hari setelah bencana kami menerima laporan, lalu dilakukan identifikasi bersama DPUPKP terkait kerusakan di Bendung Widodo,” jelas Mujahid.
Ia menambahkan, pada fase awal pascakejadian, BPBD lebih dulu memfokuskan penanganan di wilayah dengan dampak paling berat, seperti Kelurahan Srigading di Sanden, Tirtosari di Kretek, serta Selopamioro di Imogiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus dugaan perundungan di SMA Negeri 2 Bantul memasuki tahap pendampingan korban. DPRD dan LSM mendorong evaluasi sistem pendidikan.
Gelombang panas Jerman memicu kebakaran hutan di sejumlah wilayah dan mencatatkan rekor suhu malam terpanas sepanjang sejarah negara itu.
All-Stars Kudus juara MLSC 2026 usai kalahkan Jakarta lewat penalti. 34 pemain terbaik siap berlaga di SingaCup Singapura
Volkswagen menyiapkan restrukturisasi besar yang berpotensi memengaruhi 100.000 pekerja, termasuk penutupan pabrik dan reorganisasi bisnis.
Prabowo menegaskan kampus harus menjaga kebebasan akademik serta memperkuat riset dan sains demi menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Said Iqbal menegaskan PHK industri tidak hanya dipicu harga gas, tetapi juga konflik global, daya beli melemah, dan relokasi investasi.