Gunungkidul Targetkan 20 Cagar Budaya Baru, 15 Sudah Dikaji
Dinas Kebudayaan Gunungkidul menargetkan 20 cagar budaya baru pada 2026. Sebanyak 15 objek kini masuk proses kajian dan penetapan
Taman Gunungkidul di Perbatasan Gunungkidul dan Bantul, Kapanewon patuk Gunungkidul./ Harian Jogja - Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—BPBD Gunungkidul terus berupaya memperluas jaringan kalurahan Tangguh bencana (Kaltana) untuk memperkuat mitigasi kebencanaan di Bumi Handayani. Rencananya, tahun ini menetapkan status tersebut di Kalurahan Playen, Playen.
“Mudah-mudahan April mendatang Playen sudah bisa menyandang status kaltana di Gunungkidul,” kata Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, Rehabilitasi dan Rekonstruksi, BPBD Gunungkidul, Nanang Irawanto, Jumat (22/1/2026).
Menurut dia, penetapan kalurahan siaga bencana membutuhkan proses karena tidak serta berta bisa langsung ditetapkan. Sesuai dengan aturan, untuk mencapai status ini harus dilakukan berbagai kegiatan simulai hingga sosialisasi selama tujuh hari.
Meski demikian, sambung dia, dikarenakan anggaran yang terbatas tahapan penetapan di 2026 hanya berlansung selama lima hari. Kebijakan ini dilakukan dengan menyesuaikan pagu anggaran yang dimiliki.
“Idealnya untuk penetapan kaltana dengan anggaran Rp90 juta dan berlangsung selama tujuh hari. Namun, pagu diberikan hanya Rp70 juta sehingga kegiatan hanya berlangsung selama lima hari,” ungkapnya.
Menurut dia, keterbatasan anggaran tidak hanya berdampak pada proses penetapan kaltana. Pasalnya, jumlah kalurahan yang ditetapkan tidak sebanyak di tahun-tahun sebelumnya.
Sebagai contoh, tahun ini hanya Kalurahan Playen, sedangkan tahun lalu ada Kalurahan Jetis, Saptosari dan Grogol di Kapanewon Paliyan yang ditetapkan sebagai kaltana. Hingga sekarang, Nanang mengakui belum semua kalurahan menyandang status Tangguh bencana.
Ia mencatat dari 144 kalurahan, yang sudah berstatus kaltana ada 90 kalurahan. “Masih kurang sekitar 44 kalurahan dan proses dilakukan bertahap hingga seluruh kalurahan di Gunungkidul berstatus Tangguh bencana,” katanya.
Menurut dia, kategori kalurahan tangguh bencana disesuaikan dengan karakteristik dan potensi kebencanaan di masing-masing wilayah. Sebelum dibentuk ada sejumlah pelatihan baik berupa gladi bersih maupun gladi lapangan berkaitan dengan upaya penaganan saat terjadi bencana alam.
“Mudah-mudahan dengn pembentukan kalurahan Tangguh bencana maka upaya mitigasi kebencanaan dapat dioptimalkan sehingga saat terjadi bencana dapat dilakukan penanganan secara efektif,” kata Nanang.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan, di musim hujan ini ada sejumlah potensi bencana. Oleh karenanya, ia meminta kepada masyarakat untuk mewaspadai adanya ancaman bencana alam.
“Kehati-hatian dan waspada dibutuhkan untuk menekan dampak dari terjadinya cuaca ekstrem. Kita juga terus berupaya memperluas jariangan kalurahan Tangguh bencana di Gunungkidul,” katanya.
Menurut dia, dampak dari cuaca ekstrem tidak hanya angin kencang, tapi juga ada potensi lain seperti banjir maupun tanah longsor. Purwono mengakui sudah membuat kajian terkait dengan potensi bencana di Gunungkidul.
Untuk banjir potensinya ada di sepanjang aliran Kali Oya. Selain itu, juga ada beberapa titik di Kapanewon Girisubo. Potensi longsor didominasi di zona utara Gunungkidul, meliputi Kapanewon Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Semin dan Ponjong.
“Untuk angin kencang potensinya menyebar di seluruh wilayah di Gunungkidul,” katanya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kebudayaan Gunungkidul menargetkan 20 cagar budaya baru pada 2026. Sebanyak 15 objek kini masuk proses kajian dan penetapan
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Minggu 27 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini.
Menlu Sugiono menegaskan ketahanan nasional menjadi fondasi Indonesia berkontribusi dalam membangun ketahanan global dan multilateralisme di PBB.
Polri menyiapkan anjungan pencetakan SKCK untuk mengurangi interaksi pemohon dan petugas serta mencegah praktik pungli.
Manajer Kopdes Merah Putih berstatus pegawai BUMN di bawah Agrinas dengan PKWT dua tahun. Jabatan akan dievaluasi setelah kontrak berakhir.
Kiandra Ramadhipa akan start dari posisi kelima pada dua balapan Moto3 Junior FIM 2026 di Aragon, Minggu (27/9).