Dampak Badai Tropis Anggrek di DIY: Tenda Peresmian Jembatan Kedung Kandang Gunungkidul Roboh

Sunartono
Sunartono Kamis, 18 Januari 2024 09:23 WIB
Dampak Badai Tropis Anggrek di DIY: Tenda Peresmian Jembatan Kedung Kandang Gunungkidul Roboh

Kondisi tenda peresmian jembatan kedung kandang, Nglanggeran, Patuk Gunungkidul yang roboh akibat cuaca ekstrem, Kamis (18/1/2024). /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Cuaca ekstrem terjadi di wilayah DIY sebagai dampak dari munculnya badai siklon tropis Anggrek di perairan selatan DIY. Terbaru, cuaca ekstrem ini menimbulkan sejumlah dampak, salah satunya porak porandanya tenda peresmian Jembatan Kedung Kandang yang berada di Patuk, Gunungkidul, Kamis (18/1/2024). Peresmian jembatan ini akan dihadiri Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Berdasarkan gambar yang beredar di lini masa tenda tersebut terpasang di sisi ujung jembatan yang akan diresmikan. Diduga karena tidak kuat menahan akibat hujan deras disertai angin, tenda tersebut tampak roboh.

BACA JUGA : Badai Tropis Anggrek Terdeteksi, Cuaca DIY Bisa Berubah Drastis

Lurah Nglanggeran, Patuk Gunungkidul Widada saat dimintai konfirmasi membenarkan robohnya tenda peresmian jembatan Kedung Kandang. Hal ini murni akibat cuaca ekstrem yang terjadi semalam, di mana hujan deras di sertai angin.

"Robohnya itu terjadi karena angin dan hujan deras, kebetulan airnya menumpuk di atas terpal lalu tenda tidak kuat menahan, selain itu karena lokasinya tidak ada penghalang, jadi angin langsung menyapu tenda," kata Widada melalui sambungan telepon, Kamis pagi.

Widada mengatakan ia sudah mengecek langsung ke lokasi tersebut. Menurutnya sudah terkondisikan dengan baik, karena dari panitia langsung sigap mengerahkan personel dan tenda untuk dipasang ulang. Rencananya peresmian jembatan Kedung Kandang tersebut akan dihadiri Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Menurut Widada akibat robohnya tenda tersebut acara kemungkinan dijadwalkan mundur. Selain itu kondisi di lokasi maish terjadi hujan. "Sekarang sudah terkondisikan tendanya sudah dipasang lagi, peresmian tetap berjalan, cuma jamnya mungkin mundur. Kalau di rundown kemarin dari 08.00-12.00 WIB tapi karena  tenda roboh, ya mungkin agak mundur," ujarnya.

Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi dua fenomena cuaca Siklon Tropis Anggrek dan Bibit Siklon 99S bakal melewati perairan selatan Indonesia, salah satunya Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Oleh karena itu BMKG menerbitkan sejumlah rekomendasi untuk menghadapi dampak dampak dari kedua fenomena yang berpotensi memunculkan cuaca buruk tersebut.

BACA JUGA : Waspada! Badai Tropis Anggrek Terjadi di DIY, Cuaca Buruk Diprediksi 19-22 Januari 2024

Deputi Bidang Meteorologi Guswanto menjelaskan sebagai dampak dari terbentuknya badai Tropis Anggrek dan bibit Siklon 99S, diprediksi ada potensi hujan lebat yang terjadi selama sepekan ke depan. Adapun potensi cuaca ekstrem ini terjadi sejumah perairan di Indonesia, tak terkecuali wilayah selatan DIY. Adapun untuk wilayah DIY masuk dalam potensi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi pada periode 19-22 Januari 2024.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online