Hari Santri Nasional, Pesantren Didorong Perkuat Literasi Digital Tangkal Radikalisme
Hari Santri Nasional menjadi momentum memperkuat literasi digital di pesantren untuk membentengi generasi muda dari intoleransi dan radikalisme.
Petugas Damkarmat BPBD Bantul saat mengevakuasi ular kobra dari rumah seorang warga di Monggang, Srihardono, Pundong pada Kamis (18/5/2023) malam./Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Kasus gigitan ular berbisa di musim hujan berpotensi meningkat di DIY, Dinas Kesehatan (Dinkes) meminta warga waspada.
"Di Gunungkidul ada beberapa kasus (gigitan ular berbisa) sehingga ini juga harus diwaspadai daerah lain, karena kalau musim hujan mereka kan keluar dari lubang," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY Pembajun Setyaningastutie, Kamis (1/2/2024).
Saat terjadi kasus gigitan ular, ia meminta warga harus segera dilarikan ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat untuk mendapat penanganan medis.
"Penanganan pertamanya harus dibawa ke fasyankes terdekat. Jadi, begitu ada kasus seperi itu harus tidak ada tawar menawar lagi ke fasyankes, puskesmas atau klinik," ujar dia.
Pembajun mengakui akibat beberapa kasus gigitan ular berbisa yang terjadi di Gunungkidul beberapa waktu terakhir, Dinkes DIY bahkan harus mengajukan kembali stok serum anti bisa ular ke Pemerintah Pusat.
"Alhamdulillah kami sudah dapat, sudah sedia. Untuk pemakaian anti bisa ular untuk bisa ular itu tidak bisa satu orang satu (dosis), tidak. Harus sesuai standar bobotnya atau bisa apa yang masuk dan (jenis) ular yang seperti apa," kata dia.
Meski dipastikan saat ini persediaan anti bisa ular di DIY dalam kondisi cukup, Pembajun menuturkan penggunaan ABU bakal dimobilisasi langsung oleh masing-masing Dinas Kesehatan kabupaten/kota. Menurutnya, sudah ada beberapa rumah sakit di DIY yang menyediakan sendiri penawar bisa ular itu.
"Karena agak mahal ya anti bisa ular ini, dinkes kabupaten/kota itu siap memobilisasi anti bisa ular di wilayah mereka," kata dia.
Pembajun menilai bahaya gigitan ular menjadi salah satu hal yang penting untuk diwaspadai masyarakat disamping menjaga kesehatan agar terhindar dari potensi penyakit musim hujan seperti leptospirosis hingga diare. "Kuncinya satu kebersihan lingkungan, kemudian perilaku mengonsumsi, dan jaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)," ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Hari Santri Nasional menjadi momentum memperkuat literasi digital di pesantren untuk membentengi generasi muda dari intoleransi dan radikalisme.
Kapolri mengungkap kronologi penindakan 1,16 ton ketamin dari kapal MT Global 168 di perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara.
Presiden Prabowo Subianto berjanji meningkatkan aliran dana ke kabupaten dan provinsi pada 2027 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pendataan calon penerima bansos di Bantul diperpanjang hingga akhir Desember 2026. Warga yang belum terdaftar masih bisa diusulkan.
PSIM Jogja membidik tiga poin saat menghadapi Isenmulang Kalteng FC untuk mengakhiri lima kekalahan beruntun dan keluar dari zona degradasi.
Alex Marquez meminta jumlah sprint race MotoGP dikurangi menjadi enam atau tujuh kali per musim demi menjaga keselamatan dan karier pebalap muda.