Gol Justin Hubner Muncul Bersamaan dengan Kabar Pahit Garuda
Justin Hubner mencetak gol saat Fortuna Sittard menghadapi FC Metz, di tengah kepastian dirinya absen membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026.
Puskesmas Pembantu - ist/bantulkab.go.id
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul akan kembali mengoptimalkan keberadaan puskesmas pembantu (Puskesmas pembantu) yang ada di tingkat kalurahan. Sebab, keberadaan puskesmas pembantu sempat tidak optimal dan tidak aktif pada saat pandemi Covid-19.
"Kami akan lakukan peningkatan ke puskesmas pembantu. Kami sesuaikan dengan transformasi bidang layanan kesehatan primer. Karena arah kebijakan dari Kementrian Kesehatan kemarin juga akan lebih banyak ke transformasi pelayanan kesehatan primer," kata Kepala Dinkes Bantul Agus Tri Widyantara, Sabtu (3/2/2024).
Menurut dia, pada saat pandemi Covid-19, dari 45 puskesmas pembantudi Kabupaten Bantul banyak yang tidak aktif. Bahkan beberapa petugas medis di puskesmas pembantusempat dialihkan ke puskesmas guna membatu pelayanan kesehatan di puskesmas. "Untuk itu secara bertahap akan kami aktifkan lagi," kata Tri.
Untuk mendukung hal itu, Tri memaparkan Dinkes Bantul akan mulai merenovasi sejumlah bangunan puskesmas pembantuyang mengalami kerusakan, akibat sempat ditinggalkan dan berstatus nonaktif saat pandemi Covid-19. Selain itu, Dinkes Bantul akan menerapkan konsep baru tentang pelayanan yang sesuai dengan transformasi kesehatan.
Tri menyatakan konsep baru yang dimaksud adalah puskesmas pembantu tidak lagi melakukan pelayanan bersifat kuratif akan tetapi juga bersifat preventif dan promotif. Di mana, puskesmas pembantunantinya akan difungsikan untuk kegiatan posyandu, imunisasi, KIA , surveilance, penyuluhan kesehatan, pembedayaan masyarakat, serta mendukung program promotif dan preventif dari Kementrian Kesehatan.
BACA JUGA: Petisi Akademisi untuk Jokowi, Airlangga Sebut Hanya Tokoh Memakai Nama Kampus
"Untuk itu, kami akan libatkan kader kesehatan di tingkat kalurahan untuk mengikuti kegiatan di puskesmas pembantu," katanya.
Terkait dengan keberadaan puskesmas induk, Tri mengaku pada 2024 tidak ada rencana penambahan jumlah maupun peningkatan kelas. Sebab, dari 27 puskesmas yang ada, 16 puskesmas di antaranya memiliki layanan rawat inap dinilai telah baik.
"Untuk puskesmas yang rawat inap maupun nonrawat inap di Bantul saat ini sudah standar semua. Sehingga tahun ini kami akan fokus untuk peningkatan puskesmas pembantudi kalurahan,” ucapnya.
Sekretaris Dinkes Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso mengungkapkan pada 2024, pihaknya memang tidak ada rencana untuk melakukan renovasi gedung untuk puskesmas di Kabupaten Bantul. Selain itu juga Dinkes tidak ada rencana untuk menambah jumlah puskesmas maupun peningkatan status puskesmas. "Tidak ada memang kalau untuk hal itu," kata Oki, panggilan akrab Sri Wahyu Joko Santoso.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Justin Hubner mencetak gol saat Fortuna Sittard menghadapi FC Metz, di tengah kepastian dirinya absen membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026.
Imigrasi Manado menunda 24 keberangkatan PMI terindikasi TPPO hingga Juli 2026 sebagai upaya mencegah pekerja migran nonprosedural.
Rusia mengklaim menyerang pusat logistik dan fasilitas produksi drone Ukraina, sementara Iran memprotes serangan Ukraina di Laut Kaspia.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.
PDIP Kota Yogyakarta menanam 300 pohon, menggelar simulasi bencana, dan pelayanan kesehatan lansia saat pelantikan pengurus.