Pemkab Kulonprogo Larang Mobil Dinas Guna Kepentingan Pribadi saat Libur Lebaran
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Petani mencabut benih untuk ditanam. - ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Lahan pertanian pangan berkelanjutan di Bumi Binangun yang tidak boleh dilakukan alih fungsi tengah dikaji. Pengkajian itu untuk mengakomodasi kepentingan pembangunan strategis.
Pengkajian itu dilakukan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo dengan mereview Surat Keputusan Bupati No. 510/2021 tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. "Masih kami kasi dengan Sekda, belum ada hasil finalnya, kemungkinan akan berkurang tapi kami usahakan ada yang ditambah," jelas Kepala Bidang Penyuluhan dan Prasarana Pertanian DPP Kulonprogo, Heni Hernawati pada Senin (5/2/2024).
Proyek strategis pembangunan, jelas Heni, menjadi keniscayaan yang mesti didukung bersama. "Dukungan itu kami berikan dengan juga berusaha mempertahankan lahan pertanian yang ada, terutama meskipun akan berkurang tapi kami ada program cetak sawah tiap tahunnya sejak 2015 sampai 2023 kemarin sudah ada 340 hektar sawah baru berhasil diwujudkan," terangnya.
Perimbangan antara mendukung pembangunan dengan memastikan jumlah lahan pertanian tetap terjaga itu, menurut Heni, terus diupayakan dinasnya. "Sejauh ini kebutuhan lahan pertanian juga cukup tersedia dengan baik, kami juga terus mengupayakan peningkatan produktivitas pertanian yang ada," tuturnya.
BACA JUGA: Susun RPJPD 2025-2045, Kulonprogo Bangun Fly Over hingga Kembangkan Wilayah Utara
Peningkatan produktivitas pertanian di Kulonprogo itu diamini Kepala Seksi Produksi, Bidang Tanaman Pangan, DPP Kulon Progo, Kirmi yang menyebut peningkatan pertanian itu tak hanya di lahan pertanian saja. "Seperti di pesisir Kulonprogo itu, lahan pasir sangat subur ditanami para petani untuk meningkatkan ketahanan pangan yang ada," ujarnya.
DPP Kulonprogo, jelas Kirmi, memiliki dua strategi untuk meningkatkan hasil pertaniannya yaitu ekstensif dan intensif. "Ekstensif ini perluasan lahan pertanian dengan program cetak sawah, termasuk menggunakan lahan non pertanian untuk bertani. Sedangkan yang intensif dengan menggenjot produksi di lahan pertanian itu sendiri dengan berbagai macam cara, terutama bantuan pupuk sampai bibit pertanian terbaik agar hasilnya meningkat," ucapnya.
Petugas penyuluh pertanian di Kulonprogo, lanjut Kirmi, juga rutin mengedukasi petani untuk terus menjaga lahan pertaniannya agar tidak mudah tergiur untuk dijual dan dialihfungsikan. "Sudah sangat sering kami sampaikan ke para petani untuk tetap menjaga lahan pertaniannya, prospek ekonomi bertani ini juga cukup lumayan juga," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dinilai bisa menjadi jalan bagi SMK untuk keluar dari ketergantungan anggaran dan mulai membiayai pengembangannya sendiri
Polresta Jogja melengkapi berkas kasus dugaan kekerasan anak di daycare Little Aresha dengan 147 saksi dan 13 tersangka.
Pemkab Gunungkidul meminta dispensasi penggunaan solar untuk bus sekolah akibat kenaikan BBM nonsubsidi yang membebani anggaran operasional.
Debarkasi haji di YIA mulai disiapkan menyambut kepulangan jemaah pada 2 Juni 2026 dengan sistem tanpa asrama pertama di Indonesia.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.