Tingkatkan Kunjungan, Pemkot Solo Promosikan Wisata ke Gunungkidul
Pemkot Solo menggelar Solo Travel Dialogue di Gunungkidul untuk memperkuat kolaborasi dan promosi wisata guna meningkatkan kunjungan wisatawan.
Suasana Sosialisasi Budaya Baca dan Literasi dan bedah buku Wisata Hits di Jogja yang digelar di Gor KIRA Sport Sumber, Balecatur, Gamping Sleman, Selasa (6/2/2024). Harian Jogja/Catur Dwi Janati
SLEMAN—Membaca menjadi salah satu aspek dasar untuk membuka pengetahuan, termasuk jalan untuk mendongkrak perekonomian. Tanpa membaca, banyak potensi untuk meningkatkan sektor ekonomi yang terlewatkan. Untuk mendongkrak minat baca masyarakat sekaligus memberikan pengetahuan untuk meningkatkan potensi desa, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY mengadakan Sosialisasi Budaya Baca dan Literasi dan bedah buku Wisata Hits di Jogja.
Kepala Bidang Pengelolaan Arsip Statis DPAD DIY, Rakhmat Sutopo menerangkan acara bedah buku ke desa-desa merupakan inovasi DPAD DIY untuk mendekatkan sumber literasi kepada masyarakat. Bukan melulu memboyong masyarakat ke kota untuk meningkatkan literasi, DPAD DIY ingin agar literasi bisa masuk ke jantungjantung aktivitas masyarakat di desa.
"Kalau melalui perpustakaan, kami hanya diam menunggu orang datang ke perpustakaan. Kalau sekarang, kami datang untuk mendekatkan diri ke tengah masyarakat, sehingga mereka kami ajak secara langsung untuk meningkatkan minat baca," katanya saat Sosialisasi Budaya Baca dan Literasi lewat bedah buku Wisata Hits di Jogja yang digelar di Gor KIRA Sport Sumber, Balecatur, Gamping, Sleman, Selasa (6/2/2024).
Buku-buku yang dibawa ke desa merupakan buku yang sudah dipilah oleh DPAD DIY. Kriterianya, buku tersebut harus sesuai dengan latar belakang atau potensi desa setempat untuk dibedah bersama masyarakat. "Kami membedah buku bersama-sama warga. Mereka bisa belajar banyak hal terkait dengan potensi yang ada di sekitar lingkungan," katanya.
Sosialisasi Budaya Baca dan Literasi yang diinisiasi DPAD DIY tak hanya meningkatkan minat baca namun berpotensi menjadi pemicu kesejahteraan di beragam sektor. Pasalnya dari membaca masyarakat bisa mempelajari pengetahuan atau perkembangan terkini di berbagai bidang, mulai dari perdagangan, pertanian, perikanan, pariwisata maupun sektor lainnya.
"Sekarang yang dikembangkan adalah perpustakaan inklusi. Jadi tidak hanya pengetahuan yang sifatnya tidak bisa diaplikasikan. Justru sekarang itu [pengetahuan] yang bisa diaplikasikan," katanya.
Rakhmat mencontohkan bila suatu desa punya potensi pertanian, DPAD DIY akan membawa buku yang berkaitan dengan pertanian. Hal ini penting agar buku yang dibedah tidak sekadar meningkatkan minat baca, tetapi pengetahuan dalam buku tersebut bisa diimplementasikan warga untuk mengoptimalkan potensi desa. "Kami menggali potensi desa melalui bedah buku. Namun secara umum kami ingin meningkatkan minat baca masyarakat, karena minat baca terkait erat dengan potensi meningkatkan kesejahteraan. Kalau mereka tidak membaca dan tidak mengetahui potensinya, maka otomatis juga tidak mengetahui prospek peluangnya," ujarnya.
Di Sumber, Balecatur, Gamping, buku yang dibedah berjudul Wisata Hits di Jogja. Daerah Gamping, menurut Rakhmat, memiliki potensi wisata. "Dengan diskusi, dengan belajar, nanti masyarakat menjadi tahu potensi yang dimiliki dan bisa dikembangkan," ujarnya.
Penulis buku Wisata Hits di Jogja, Anton Prabu Semendawai menyatakan bedah buku ini tidak sekadar membahas potensi wisata saja, tetapi bagaimana memantik minat baca warga. "Memunculkan minat baca warga masyarakat, itu yang pertama. Setelah itu baru ini [buku] bisa menjadi handbook untuk wisata-wisata Jogja," kata anggota DPRD DIY ini. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Solo menggelar Solo Travel Dialogue di Gunungkidul untuk memperkuat kolaborasi dan promosi wisata guna meningkatkan kunjungan wisatawan.
Pelindo menargetkan penataan 17 entitas melalui merger, konsolidasi, divestasi dan likuidasi hingga jumlah entitas menjadi 21
KAI merespons penetapan tersangka masinis Argo Bromo Anggrek dan menindaklanjuti enam rekomendasi keselamatan dari KNKT.
Bulog mengubah pola pengelolaan stok beras SPHP dari FIFO menjadi formula mixing 2-3-4 untuk menjaga mutu beras yang disalurkan.
Bus wisata Taman Pintar tak lagi parkir di TKP Senopati. Pemkot Jogja menyiapkan drop zone di Sriwedani untuk memudahkan rombongan.
Kemenkop mengakui ada manajer Kopdes yang mundur karena penempatan jauh. Sekitar 1.900 manajer ditempatkan lintas provinsi.