SHDK Kartu Keluarga Jadi Sumber Kendala SPMB 2026 di Bantul
Disdukcapil Bantul ungkap SHDK KK jadi kendala SPMB 2026. Verifikasi tetap aman tanpa temuan pemalsuan dokumen kependudukan.
Panitia PBTY 2024 bersama Dinas Kebudayaan DIY memberikan keterangan kepada wartawan di komplek Kepatihan pada Kamis (15/2/2024)
Harianjogja.com, JOGJA—Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) 2024 rencananya akan digelar Maret tepatnya di tanggal 4-10 mendatang. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, penyelenggaraan PBTY ke-19 mengusung konsep dan tempat yang baru, bukan lagi di Kampung Ketandan.
Koordinator Bidang Acara PBTY 2024 Subekti mengatakan, perubahan waktu, tempat dan konsep acara dilakukan lantaran agenda yang biasanya digelar pada saat Imlek itu bertepatan dengan penyelenggaraan Pemilu. Pihaknya memilih untuk memundurkan waktu pelaksanaannya.
BACA JUGA: PBTY Hadir Lagi di 2024, Tahun Ini Mengedepankan Edukasi Budaya Tionghoa
“Lokasinya nanti bukan di Ketandan lagi tapi dipindah ke bangunan Perkumpulan Budi Abadi di Bintaran Wetan. Alasan utamanya karena adanya pesta demokrasi, dari pada tumpang tindih, kami memilih untuk diundur,” katanya, Jumat (16/2/2024).
Adapun tema PBTY 2024 yakni Lestari Budaya bagi Negeri. Beberapa konsep ada yang dipertahankan dari penyelenggaraan tahun sebelumnya. Namun perbedaan yang menonjol ada pada konsep acara yang sepenuhnya mengedepankan edukasi dibandingkan kesenian.
“Jadi, kita mau ada enam ruangan yang dibikin seperti museum dan ruang pameran. Nanti banyak hal-hal terkait kebudayaan Tionghoa yang kita sampaikan melalui acara ini kepada masyarakat. Contoh bentuk edukasinya akan ada sarasehan yang salah satu temanya membahas batik Peranakan,” katanya.
Bekti menambahkan, pada ruang-ruang pamer juga akan menampilkan budaya-budaya Tionghoa yang belum banyak dikenal masyarakat, seperti barongsai dari masa ke masa, meja sembahyang beserta isinya dan masih banyak budaya lainnya. Selain melalui PBTY 2024, edukasi budaya Tionghoa ini juga akan disebarluaskan melalui media sosial.
Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi mengatakan, PBTY merupakan agenda tahunan tersebut levelnya sudah berskala nasional, bahkan internasional. PBTY juga menjadi salah satu event yang unggul dan prioritas di DIY. Untuk itu, Pemda DIY sangat mengapresiasi upaya edukasi budaya yang dilakukan melalui PBTY 2024.
BACA JUGA: Kubu AMIN Disebut Kehilangan 3 Juta Suara, Ternyata Ini Penyebabnya
“Justru melalui upaya edukasi yang akan dilakukan ini, menjadi bagian dari momen penting kita untuk semakin menguatkan identitas budaya Yogyakarta. Mungkin selama ini masyarakat mengenal PBTY hanya pasar malamnya saja, sehingga melalui PBTY tahun ini kita bisa eksplor lebih jauh lagi bagaimana budaya peranakan Tionghoa Mataram," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdukcapil Bantul ungkap SHDK KK jadi kendala SPMB 2026. Verifikasi tetap aman tanpa temuan pemalsuan dokumen kependudukan.
Gubernur Jateng dorong desa jadi pemasok Program MBG, libatkan BUMDes dan koperasi untuk perkuat ekonomi lokal.
Korban gempa Venezuela capai 1.430 jiwa, lebih dari 300 gempa susulan terjadi, ribuan warga luka dan kehilangan tempat tinggal.
Gunung Semeru erupsi 4 kali, kolom abu capai 1.000 meter. Status siaga, warga diminta jauhi zona bahaya.
Bareskrim Polri gagalkan penyelundupan 325 kg sabu jaringan Thailand-Aceh, dua tersangka ditangkap, nilai barang Rp585 miliar.
Batu ginjal sering tanpa gejala. Simak penyebab, tanda, dan cara pencegahannya menurut dokter urologi.