UAD Dukung Pemerataan Pendidikan, Dampingi Sekolah Indonesia di Malaysia

Sunartono
Sunartono Sabtu, 17 Februari 2024 08:07 WIB
UAD Dukung Pemerataan Pendidikan, Dampingi Sekolah Indonesia di Malaysia

Kegiatan Sanggar Bimbingan di Malaysia. /Istimewa.

Harianjogja.com JOGJA—Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogja memiliki komitmen kuat untuk memberikan dukungan pemeratan pendidikan bagi masyarakat Indonesia baik yang tinggal di dalam maupun luar negeri. Salah satunya melalui pengiriman tiga dosen ke Malaysia untuk memberikan pendampingan ke 3 Sanggar Bimbingan (SB) di Malaysia pada Januari hingga Februari 2024.

Tiga Sanggar tersebut antara lain SB Kampung Baru, SB Wiradamai dan SB Sentul. SB tersebut didirikan untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak Indonesia yang bertempat tinggal disekitar wilayah tersebut.

BACA JUGA : Libur Sekolah, Polres Bantul Minta Orang Tua Mengawasi Anak-Anak

Adapun ketiga dosen yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain Ishafit, Dian Artha Kusumaningtyas dan Meita Fitrianawati. rogram ini bertujuan untuk implementasi perangkat platform School Based Enterprise SB di Malaysia. Cakupan kegiatannya meliputi pengenalan media pembelajaran/platform pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik di sekolah serta media pembelajaran yang bisa dikembangkan dalam kurikulum merdeka belajar.

"Serta platform yang mendukung dalam kurikulum media belajar, perancangan dan penyusunan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik di SB," katanya yang juga selaku Ketua PKM.

Ia menegaskan kualitas pendidikan Indonesia harus merata baik di dalam negeri atau luar negeri, tidak ada kesenjanganm semua warga berhak untuk mendapatkan akses pendidikan yang merata. "Kami di UAD berkomitmen untuk mendukung pemerataan akes pendidikan," ujarnya.

Staff Kedutaan Besar RI di Malaysia sekaligus Kepala Sekolah SB Sentul Solehudin mengapresiasi program tersebut
Karena dapat menunjang kemajuan pendidikan khususnya di SB. Selama ini anak-anak di SB luput dari perhatian pemerintah karena tidak memiliki dokumen legal untuk melanjutkan sekolah di sekolah resmi pemerintah. "Tentu kami sangat terbuka agar kegiatan ini bisa digelar berkelanjutan," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online