Krisna Septiana Lolos Final Asian Games 2026, Ini Sistem Kualifikasi Kano Slalom
Krisna Septiana lolos final kayak tunggal putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 meski finis peringkat 15 pada semifinal.
Cuaca ekstrem - ilustrasi/freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul meningkatkan komunikasi dan koordinasi bersama para sukarelawan maupun Tim Reaksi Cepat (TRC) guna mewaspadai dampak cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi pada musim hujan saat ini.
"Dengan adanya kejadian-kejadian itu, kami melalui grup WhatsApp waspada banjir dan longsor memantau tiap pagi dan sore. Kami selalu ada komunikasi lewat HT yang dikoordinasi Pusdalops (Pusat Pengendalian dan Operasi)," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bantul Antoni Hutagaol di Bantul, Minggu.
Menurutnya, peningkatan komunikasi dengan para komunitas sukrelawan, termasuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) di tingkat kelurahan kelurahan itu juga menindaklanjuti perpanjangan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Bantul dari yang sebelumnya berakhir 29 Februari menjadi 31 Mei.
"Jadi mereka yang tergabung dalam grup waspada banjir longsor itu menyampaikan informasi-informasi, kemudian teman teman sektor damkar (pemadam kebakaran), TRC maupun di pos pantau atau relawan FPRB menyampaikan informasi-informasi terkini," katanya.
BACA JUGA: Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi di Bantul Diperpanjang
Untuk antisipasi selanjutnya, kata dia, adanya 36 pos pantau banjir dan tanah longsor di seluruh Bantul itu yang setiap malam melakukan pemantauan, kemudian para relawan yang dikoordinir BPBD memberlakukan siaga piket jaga agar bisa gerak cepat ketika terjadi ancaman.
"Jadi personel di pos pos banjir longsor tingkat kelurahan itu berjaga terus, dan kemarin ada hujan sangat deras, dari kami BPBD juga langsung mengimbau pada masyarakat untuk waspada menghadapi situasi musim seperti sekarang ini," katanya.
Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang di Bantul beberapa hari lalu, kata dia, juga berdampak pada genangan air di beberapa titik, kemudian pohon tumbang di beberapa lokasi karena pohon tidak kuat diterpa angin kencang.
"Makanya kami imbau masyarakat waspada dan bila terjadi sesuatu langsung kontak BPBD dan kami siap, TRC juga siap terus. Kami juga mencoba menghidupkan mesin pemotong, sehingga pada saat terjadi pohon tumbang langsung bisa dievakuasi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Krisna Septiana lolos final kayak tunggal putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 meski finis peringkat 15 pada semifinal.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Muhammad Qodari membantah sejumlah tudingan terhadap Bakom, termasuk isu Timothy Ivan, rekrutmen PAN, dan anggaran media Rp60 miliar.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage
Sebanyak 92.055 warga Gunungkidul terdampak kekeringan. Kapanewon Tepus menjadi wilayah terparah dengan 24.875 jiwa mengalami krisis air.
Disdag Jogja menggelar Gemati di 22 pasar selama Oktober 2026. Belanja minimal Rp20.000 berpeluang mendapat smartphone hingga sepeda.