TPA Piyungan Tutup Permanen, Pemkot Siapkan 4 TPS 3R untuk Olah Sampah Mandiri

Alfi Annisa Karin
Alfi Annisa Karin Rabu, 06 Maret 2024 18:27 WIB
TPA Piyungan Tutup Permanen, Pemkot Siapkan 4 TPS 3R untuk Olah Sampah Mandiri

Petugas membersihkan mesin penghancur sampah organik untuk diolah menjadi kompos di TPS3R Nitikan, Jogja, belum lama ini. - ist/Pemkot Jogja

Harianjogja.com, UMBULHARJO - Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo telah memproyeksikan kuota sampah yang dikelola di TPS 3R mandiri di Kota Jogja dalam rangka desentralisasi pengolahan sampah.

Singgih menuturkan, pihaknya menyiapkan 4 lokasi pengolahan sampah mandiri. Pertama, ada di TPS 3R Nitikan. Saat ini mampu mengolah 30 ton sampah perhari. Pihaknya juga akan melakukan peningkatan kapasitas di sana menjadi 40 ton perhari.

"Di TPS 3R Nitikan sudah kita set up untuk 2 shift, berarti 80 ton. Sudah bisa," ujar Singgih.

Lokasi kedua ada di TPS 3R Karangmiri. Di sana mampu mengolah sampah sebanyak 5 ton perhari. Saat ini, Pemkot Jogja tengah melakukan revitalisasi. Usai rampung, diharapkan TPS 3R Karangmiri mampu mengolah hingga 20 ton sampah. Tak menutup kemungkinan akan dikali dua shift.

"Menjadi 2 kali, menjadi 40 ton perhari," imbuhnya.

Ketiga, ada di TPS 3R Nitikan 2. Saat ini lokasi itu juga tengah dilakukan revitalisasi. Nantinya, diharapkan mampu mengolah hingga 20 ton sampah perhari. Terakhir, lahan pinjam pakai milik Pemda DIY di TPA Piyungan juga terus berproses.

BACA JUGA: TPA Piyungan Ditutup Permanen, Ini Data Volume Sampah Per Tahun

"Di Piyungan bisa 40 ton satu shift. Dikalikan dua menjadi 80 ton perhari dengan output RDF," katanya.

Sebelumnya, Kabid Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja Ahmad Haryoko mengatakan, revitalisasi TPS 3R Nitikan Pengembangan atau Nitikan Kranon akan dikerjakan selama 90 hari. Sejumlah kendala mungkin akan terjadi di lokasi itu. Apalagi saat ini tengah memasuki musim hujan. TPS 3R Nitikan Kranon merupakan tempat paling rendah.

"Sehingga berfungsi untuk menampung air hujan. Jadi, terminalnya air hujan sebelum masuk ke sungai itu pasti air akan berhenti di situ dulu. Kendalanya di situ," jelas Haryoko.

Sementara, untuk TPS 3R Karangmiri akan dikerjakan selama 105 hari oleh penyedia jasa. Di sana nantinya akan ada modul RDF atau bahan bakar pembuat semen. Haryoko menyebut, akses jalan yang sempit di sana cukup menjadi kendala tersendiri.

"Akses jalan baru akan kembali dibangun bersamaan dengan pelaksaan revitalisasi di TPS 3R nya," ungkapnya. (Alfi Annissa Karin)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online