PSEL Piyungan Ditargetkan Mulai Dibangun Akhir 2026

Yosef Leon
Yosef Leon Kamis, 23 Juli 2026 08:57 WIB
PSEL Piyungan Ditargetkan Mulai Dibangun Akhir 2026

Foto ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), untuk program Waste to Energy atau Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL). Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence.

Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah daerah bersama konsorsium investor mempercepat persiapan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bawuran, Piyungan, Bantul. Konstruksi fasilitas pengolahan sampah tersebut ditargetkan sudah dapat dimulai paling lambat pada akhir 2026.

Percepatan pembangunan PSEL menjadi salah satu agenda utama dalam kunjungan lapangan yang dilakukan tim konsorsium bersama pemerintah daerah ke lokasi calon pembangunan PSEL di Piyungan pada Rabu (22/7/2026).

Pematangan Lahan Dimulai Akhir Agustus

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Bambang Purwadi Nugroho, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan memastikan kesiapan lahan sekaligus mengidentifikasi berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi sebelum pekerjaan konstruksi dimulai.

“Diharapkan paling lambat akhir tahun 2026 pembangunan konstruksi PSEL sudah bisa dikerjakan,” kata Bambang.

Menurutnya, tahapan yang akan segera dilaksanakan adalah pematangan lahan, yang ditargetkan mulai pada akhir Agustus 2026. Bersamaan dengan itu, penyusunan Detail Engineering Design (DED) konstruksi juga akan dipercepat sebagai bagian dari persiapan pembangunan.

Siapkan Infrastruktur Pendukung

Selain lahan utama, pembangunan PSEL juga memerlukan sejumlah infrastruktur pendukung agar fasilitas dapat beroperasi secara optimal.

Salah satunya adalah penyediaan pasokan air baku yang direncanakan berasal dari Sungai Opak. Pemerintah juga harus menyiapkan lahan khusus untuk pengolahan residu logam.

“Perlu disiapkan lahan untuk pengolahan residu logam seluas 1,5 hektare,” ujarnya.

Konsorsium Investor Tinjau Lokasi

Bambang menjelaskan seluruh tahapan tersebut merupakan bagian dari percepatan realisasi proyek PSEL di DIY. Dalam kegiatan site survey, pihak Danantara turut menyampaikan harapan agar pembangunan PSEL menjadi program prioritas dan dapat segera direalisasikan.

Konsorsium yang terlibat dalam rencana pembangunan PSEL terdiri atas Pertamina New & Renewable (PNRE) yang tergabung dalam Cakra Energy Lestari, CITI CC, serta TEDA Environmental Protection asal Tiongkok.

Sosialisasi hingga Pasokan Sampah Jadi Prioritas

Di luar aspek teknis, pemerintah juga menyiapkan sejumlah tahapan administratif dan sosial sebelum proyek dimulai.

Beberapa di antaranya meliputi pelaksanaan sosialisasi kepada masyarakat, finalisasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) mengenai pasokan sampah, hingga perhitungan kebutuhan tenaga kerja lokal yang akan dilibatkan dalam proyek tersebut.

“Perlu dilakukan sosialisasi publik, finalisasi PKS pasokan sampah, serta perlunya dimatangkan perhitungan kebutuhan tenaga lokal yang bisa direkrut,” kata Bambang.

Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan PSEL di Bawuran, Piyungan, sehingga proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik dapat segera memasuki tahap konstruksi sesuai target pada akhir 2026.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online