Kulonprogo Anggarkan Rp1,6 M untuk 20 Paket Pelatihan Kerja

Triyo Handoko
Triyo Handoko Minggu, 10 Maret 2024 18:47 WIB
Kulonprogo Anggarkan Rp1,6 M untuk 20 Paket Pelatihan Kerja

Pelatihan membuat sandwich untuk sarana membuka usaha, beberapa waktu lalu. - Harian Jogja/ist

Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemkab Kulonprogo menyediakan pelatihan kerja dengan anggaran sebesar Rp1,6 miliar. Sumber pendanaan tersebut berasal dari APBD sebesar Rp800 juta dan APBN sebanyak Rp800 juta.

Total ada 20 paket pelatihan kerja yang diselenggarakan lewat anggaran tersebut. Jenis pelatihan kerja tersebut antara lain rias pengantin, operator garmen, pembuatan roti, menjahit, perbaikan AC, desain grafis, hingga perakitan komputer, dan servis sepeda motor. Masing-masing pelatihan dibatasi kuota pesertanya sebanyak 16 orang.

BACA JUGA: Hujan Angin, 50 Pohon Tumbang dan 4 Bangunan di Kulonprogo Rusak

Pelatihan kerja ini diperuntukan bagi warga Kulonprogo dimana tak dipungut biaya sepeserpun. Antusias masyarakat Bumi Binangun juga cukup tinggi terhadap pelatihan tersebut.

Sebagian paket pelatihan sudah dimulai dimana pendaftarnya mencapai 100 orang lebih. "Alhamdulillah untuk yang sudah berjalan peminatnya banyak, bahkan pendaftar diatas 100 orang," kata Kepala UPT Balai Latihan Kerja Kulonprogo,  Adika Galih Sitasari pada Minggu (10/3/2024).

Adika menyebut tak hanya difasilitasi pelatihan kerja untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan, UPT   Balai Latihan Kerja Kulonprogo juga menyediakan pemagangan ke dunia industri. "Ada meskipun tidak semua, ada kerjasama dengan dunia usaha dan dunia industri melalui pemagangan," jelasnya.
Program pelatihan kerja ini, jelas Adika, bertujuan agar masyarakat Kulonprogo memiliki keterampilan untuk bisa terserap ke  dunia industri. "Terutama  untuk angkatan kerja usia produktif adalah menjadi angkatan kerja yang tangguh, suka tantangan,dan jangan mudah putus asa serta manfaatkan program seperti ini," terangnya.
Tantangan tenaga kerja di Bumi Binangun, lanjut Andika, adalah sikap dan karakternya dimana kadang masih menyulitkan dunia industri. "Banyak keluhan dari dunia usaha dan dunia industri kalau tenaga kerja yang diperoleh gampang resign, sulit diatur, dan tidak tangguh. Ini yang perlu diatasi bersama," pungkasnya.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online