Lawan Iran Jadi Ujian Terakhir, Timnas Voli Putra Indonesia Kejar Tiket Perempat Final
Timnas voli putra Indonesia hadapi Iran di laga penentu Pool B Asian Games 2026, Selasa 29 September pukul 14.00 WIB. Cek jadwal dan peluangnya.
Lokasi ledakan mercon di Gedongsari, Wijirejo, Pandak, Bantul, Minggu (10/3/2024) malam. /Istimewa.
Harianjogja.com, BANTUL—Detasemen Gegana Satbrimob Polda DIY mendatangi lokasi ledakan mercon di Gedongsari, Wijirejo, Pandak, Bantul, Senin (11/3/2024) pagi. Sejumlah barang bukti sisa-sisa ledakan diamankan sebagai barang bukti.
Dari hasil pemeriksaan sementara, ledakan yang membuat empat orang mengalami luka-luka tersebut, berasal dari bahan peledak low exsplosif (bahan pembuat mercon).
Detasemen Gegana Satbrimob Polda DIY tiba dilokasi pada pukul 08.00 WIB, dan langsung melakukan penyisiran ke rumah Slamet, alias Kepung, yang menjadi lokasi ledakan mercon.
BACA JUGA : BREAKING NEWS: Rumah Diduga Gudang Mercon di Pandak Meledak, 4 Orang Luka Parah
“Itu tadi [yang dibawa oleh petugas] adalah barang bukti yang merupakan hasil ledakan kemarin sore. Dari hasil identifikasi kami, jenis bahan peledak low exsplosif dari bahan petasan,” kata Komandan Detasemen Gegana Satbrimob Polda DIY Kompol Suripto ditemui di lokasi, Senin (11/3/2024) pagi.
Setelah dilakukan penyisiran selama dua jam di lokasi, petugas menemukan sejumlah serpihan dan bekas bahan peledak. Temuan benda-benda tersebut kemudian dimasukkan ke dalam plastik dan diamankan oleh petugas.
“Kami periksa, dibersihkan, yang dimungkinkan masih ada benda-benda serupa yang membahayakan,” kata
Setelah dilakukan sterilisasi, kata Suripto, tidak ditemukan benda-benda yang berbahaya seperti bahan peledak. Suripto menyatakan saat ini lokasi dinyatakan bersih dari bahan peledak yang membahayakan.
Ledakan mercon sendiri terjadi pada Minggu (10/3/2024) sekira pukul 17.40 WIB di teras rumah Slamet alias Kempung di Gedongsari, Wijirejo, Pandak, Bantul. Akibat ledakan tersebut empat orang dilaporkan mengalami luka-luka.
Adapun keempat orang yang mengalami luka-luka tersebut adalah Slamet, 35, yang mengalami luka bakar muka, luka bakar tangan kanan dan kiri, luka bakar kaki kanan dan kiri, jari kanan patah, ujung jari dan jari kiri hancur. Sedangkan, F, 15, mengalami luka bakar mata sebelah kanan, luka bakar kaki sebelah kanan dan kiri dan luka bakar tangan kanan dan kiri.
BACA JUGA : Detik-detik Ledakan Mercon di Pandak Bantul, 4 Korban Luka Parah Tergeletak di Lantai
Sementara Syahroni, 36, mengalami luka bakar di muka, luka bakar tangan kanan dan luka bakar kaki kanan. Sementara A, 13, mengalami Luka bakar di muka, luka bakar leher dan luka bakar tangan sebelah kanan dan kiri.
Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana mengatakan, kejadian kali pertama diketahui oleh Marwanto, 42, warga setempat. Saat itu, Marwanto mendengar suara ledakan sore itu dan kemudian mencari sumber suara tersebut.
Marwanto kemudian memeriksa kondisi rumah tersebut. Ternyata beberapa orang sudah tergeletak dengan kondisi luka-luka di teras rumah. “Ada empat orang yang sebagian tergeletak di lantai," kata Jeffry.
Selain menyebabkan korban luka, Jeffry menyebut ledakan juga membuat satu rumah mengalami kerusakan di bagian atap dan kaca jendela pecah. Sementara dari hasil olah TKP ditemukan bercak darah dan ditemukan pula potongan jari di lokasi.
“Ledakan diduga disebabkan karena obat mercon. Karena ditemukan beberapa plastik berisi obat mercon. Dan dari keterangan saksi penyebab ledakan juga karena ledakan dari obat mercon," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Timnas voli putra Indonesia hadapi Iran di laga penentu Pool B Asian Games 2026, Selasa 29 September pukul 14.00 WIB. Cek jadwal dan peluangnya.
Rusia memperingatkan NATO bahwa aktivitas militer di sekitar Kaliningrad meningkatkan risiko konflik bersenjata langsung.
Dinsos PPPA Kulonprogo menemukan pensiunan ASN menerima bansos. Penerima yang tidak layak diminta sadar dan dapat diganti sesuai kondisi.
Dinkes Bantul memastikan belum ada temuan influenza A hingga 29 September 2026 meski terdapat laporan 24 kasus di DIY.
MK menyatakan permohonan hak mempertahankan nomor HP saat berganti operator atau MNP tidak dapat diterima karena dinilai kabur.
Disdik Sleman menyebut laporan SD Negeri Ledoknongko tidak mencantumkan siswa sebagai ABK, berbeda dengan informasi awal kepolisian.