Pencegahan Antraks, 53 Warga Kayoman Gunungkidul Diperiksa

Newswire
Newswire Senin, 11 Maret 2024 21:57 WIB
Pencegahan Antraks, 53 Warga Kayoman Gunungkidul Diperiksa

Gejala Antraks - ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sebanyak 53 warga di Pedukuhan Kayoman, Kelurahan Serut, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul diperiksa Dinas Kesehatan untuk mengantisipasi meluasnya kasus warga yang suspek antraks.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty di Gunungkidul, Senin, mengatakan dari 53 warga yang diperiksa, 17 orang diambil sampel darah untuk dikirim ke Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta.

"Sebanyak 17 warga yang diambil sampel darahnya karena berinteraksi dengan ternak yang diduga terjangkit antraks," katanya, Senin (11/3/2023).

Ia mengatakan 17 warga tersebut bergejala suspek antraks. Namun, yang dirawat di rumah sakit dua orang. "Petugas sudah melakukan langkah-langkah cepat mengantisipasi penyebaran antraks kepada warga," katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul Wibawanti Wulandari mengatakan kronologi kejadian ini bermula saat salah seorang warga Pedukuhan Kayoman membawa pulang kambing yang sudah disembelih dari Sleman pada 24 Februari 2024.

BACA JUGA: 17 Warga Suspek Antraks, Padukuhan Kayoman Dipantau 120 Hari

Warga tersebut kemudian sakit. Akan tetapi, pihaknya tidak bisa menjawab lebih lanjut mengenai sakitnya warga tersebut karena ranah Dinas Kesehatan. Pada Kamis (7/3/2024), ternak milik warga tersebut mati dan sempat disembelih.

"Kami belum mengetahui posisi kambing yang dibawa pulang apakah dibeli atau diberikan dari Sleman. Namun, sapi yang disembelih tidak jadi dimakan langsung dikubur, itu kejadian sapi dinihari," katanya.

Dia mengatakan dampak kasus antraks Sleman tersebut, ada tiga ekor kambing dan sapi yang mati. Wibawanti mengatakan DPKH juga menyiramkan formalin di lokasi penguburan dan lokasi pengulitan hewan ternak yang diduga terkena antraks.

Selain itu, DPKH Gunungkidul memberikan antibiotik dan vitamin kepada hewan ternak yang masih hidup untuk kemudian nantinya divaksinasi. "Kami memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak keluar dulu," kata dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online