Suluh Sumurup Art Festival 2026 Tegaskan Eksistensi Seniman Disabilitas Lewat Karya
Suluh Sumurup Art Festival 2026 memasuki tahun keempat dengan tema Maneges, menegaskan eksistensi seniman disabilitas melalui karya dan ruang berkesenian
Wakil Rektor III Universitas Atma Jaya Yogyakarta Yosef Daryanto saat memberikan sambutan dalam Seminar Nasional dan Sosialisasi Level of Service (LoS) Pengelolaan Gedung dan Kawasan Perkotaan di Ibukota Nusantara (IKN) di Gedung Thoas Aquinas, Sabtu (16/3/2024)./ Harian Jogja - David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Universitas Atma Jaya Yogyakarta menggelar Seminar Nasional dan Sosialisasi Level of Service (LoS) Pengelolaan Gedung dan Kawasan Perkotaan di Ibu kota Nusantara (IKN) di Gedung Thoas Aquinas, Sabtu (16/3/2024). Kegiatan ini juga Ksebagai upaya penilaian terhadap layak tidaknya dalam pengelolaan di Kawasan tersebut.
Ketua Panitia Seminar dan LoS, Blasius Lukkie Putranto mengatakan, kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama dengan Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Keluarga Alumnis Universitas (KAMAJAYA), Kementerian PUPR, pihak yang mengerjakan pembangunan serta Direktorat Pengelolaan Gedung Kawasan dan Perkotaan Otorita IKN (OIKN). Seminar digelar dengan tujuan untuk menjadi salah satu media utama dalam mensosialisasikan, mendiskusikan serta memahami LoS pengelolaan di Kawasan IKN.
“Harapannya dapat terwujud manajemen infrastruktur dan layanan perkotaan yang prima. Oleh karenanya dalam seminar juga menghadirkan Masyarakat keinsiyuran dan para akademisi,” kata Lukkie, Sabtu.
Sinergi KAMAJAYA dengan OIKN diharapkan dapat menjadi awal yang baik dalam upaya mensosialisasikan pentingnya penerapan LoS pada pengelolaan Kawasan IKN yang smart, green dan berkelanjutan. “Mudah-mudahan acara dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang baik,” katanya.
BACA JUGA: Fakultas Teknobiologi UAJY Gelar Kuliah Umum Mindset Entrepreneur
Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto mengatakan, Dokumen LoS sesuai yang dicanangkan bahwa pembangunan di IKN 80% berasal Kerja sama antara Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dan sisanya 20% menggunakan APBN. Untuk KPBU, sambung dia, diharuskan memiliki standar sama dengan pemerintah.
Menurut dia, pihak swasta yang bakal terlibat dalam pengelolaan aset di IKN harus sesuai dengan standar. Sebagai contoh, pengelolaan gedung harus sesuai dengan santandar di Kementerian PUPR.
Ia mengungkapkan, tahapan saat ini masih dilakukan PUPR dalam pembangunan IKN yakni sarana dan prasarana kebutuhan dana, seperti infrastruktur jalan dan penyediaan air bersih. Selain itu, ada juga perkantoran hingga perumahan yang diperuntukkan untuk ASN dengan tugas di IKN.
“Kami mencoba tak hanya seperti tata kelola biasa, tapi juga didukung IT dengan melibatkan berbagai pihak untuk menjadikan ibukota tak hanya liveable konsepnya menjadi loveable,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Suluh Sumurup Art Festival 2026 memasuki tahun keempat dengan tema Maneges, menegaskan eksistensi seniman disabilitas melalui karya dan ruang berkesenian
Studi Canva menemukan 98% profesional Indonesia menggunakan AI untuk presentasi, dari mencari ide hingga latihan sebelum tampil.
MK mengabulkan sebagian permohonan uji materi soal informasi kandungan gula, garam dan lemak pada kemasan makanan dan minuman.
DPRD Kulonprogo menyoroti rotasi jabatan di Pemkab dan meminta pejabat baru membuktikan kinerja serta meningkatkan pelayanan masyarakat.
Pelindo menargetkan penataan 17 entitas melalui merger, konsolidasi, divestasi dan likuidasi hingga jumlah entitas menjadi 21
KAI merespons penetapan tersangka masinis Argo Bromo Anggrek dan menindaklanjuti enam rekomendasi keselamatan dari KNKT.