Libur Lebaran Restoran di Kulonprogo Sempat Penuh, Tak Seramai Tahun Lalu
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Desain gedung yang akan dibangun untuk PLUT Kulonprogo dimana berdiri di tanah 6.130 meter persegi./Istimewa-Dinkop UKM Kulonprogo
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pembangunan gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kulonprogo akan dilelang dengan nilai anggaran sebesar Rp9,2 miliar. Gedung yang nantinya diperuntukan untuk melayani koperasi dan UMKM ini didesain akan memiliki 17 ruangan.
Gedung yang nantinya menampung pelayanan bagi 284 unit koperasi dan 18.765 UMKM ini berdiri di tanah seluas 6.130 meter persegi. Dimana luas bangunanya 1.041 meter persegi dengan gaya skandinavia.
Pembangunan gedung PLUT Kulonprogo ini dianggarkan dari dana alokasi khusus (DAK) dengan rincian anggaran Rp5,5 miliar untuk pembangunan gedung, dan Rp3,29 miliar untuk pengadaan sarana prasarana.
Selain DAK, dianggarkan juga dari APBD Kulonprogo sebanyak Rp422,1 juta untuk konsultasi, koordinasi, dan lainnya sebagai pendamping DAK tersebut.
Bangunan bergaya skandinavia itu memiliki 17 ruang antara lain aula, multimedia, galeri, inkubator, pameran, kafe, hingga ruangan pendukung lainnya seperti tempat ibadah, laktasi, hingga dapur. Selain koperasi dan UMKM, Pemkab Kulonprogo juga menargetkan berbagai pihak lain yang terlibat dalam memanfaatkan gedung tersebut seperti pelaku pariwisata, budaya, media, BUMDes, hingga perguruan tinggi.
Dinas Koperasi dan UKM Kulonprogo yang berperan besar merancang dan nantinya mengelola gedung tersebut menyebut progres pembangunan PLUT itu akan dilelangkan segera. "Sekarang lagi proses persiapan lelang," jelas Kepala Dinkop UKM Kulonprogo Iffah Mufidati pada Senin (18/3/2024).
Iffah menjelaskan tak hanya bangunan, Dinkop UKM Kulonprogo juga menyiapkan kelembagaan khusus yang mengurusi gedung tersebut nantinya. Lembaga khusus itu berbentuk unit pengelola teknis (UPT). "Ada kepala UPT dan sub bagian tata usaha untuk manajerial, lalu fungsi teknis akan dibagi dalam lima divisi," tuturnya.
BACA JUGA: Proyek Flyover Kulonprogo Sudah Bebaskan Tanah Kas Desa yang Terdampak
Lima divisi di UPT tersebut antara lain divisi kelembagaan UMKM, sumber daya manusia, produksi, pembiayaan, dan pemasaran. "Masing-masing divisi akan membantu pelaku usaha agar bisa berkembang, terutama UMKM dan koperasi di Kulonprogo," terangnya.
Tak hanya kelembagaan, Dinkop UKM Kulonprogo juga sudah menyiapkan skema bisnis untuk mengembangkan PLUT itu. "Konsepnya sekma bisnisnya pentahelix dimana melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas, pelaku usaha, hingga media," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
OpenAI meluncurkan ChatGPT Finance yang bisa terhubung ke rekening bank dan investasi untuk analisis keuangan personal pengguna.
Ekonom UAJY menilai pelemahan rupiah tetap berdampak ke warga desa dan kritik pernyataan Prabowo soal dolar AS.
KKMP di Kota Jogja sudah produksi ribuan batik ASN dan siapkan 65.000 seragam sekolah meski belum punya gerai permanen.
Apple mulai uji produksi chip iPhone dan Mac di Intel untuk kurangi ketergantungan pada TSMC di tengah tekanan AI dan geopolitik
Tech3 resmi perpanjang kontrak jangka panjang dengan KTM demi hadapi regulasi baru MotoGP 2027. Tetap dapat pasokan motor spesifikasi pabrikan.